Disebuah bukit yang jauh dari desa, didaerah Kalimantan hiduplah seorang janda miskin dan seorang anak gadisnya.
Anak gadis janda itu sangat cantik jelita. Namun sayang, ia mempunyai prilaku yang amat buruk. Gadis itu amat pemalas, tak pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek setiap hari.
Selain pemalas, anak gadis itu sikapnya manja sekali. Segala permintaannya harus dituruti. Setiap kali ia meminta sesuatu kepada ibunya harus dikabulkan, tanpa memperdulikan keadaan ibunya yang miskin, setiap hari harus membanting tulang mencari sesuap nasi.
Pada suatu hari anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. Letak pasar desa itu amat jauh, sehingga mereka harus berjalan kaki yang cukup melelahkan. Anak gadis itu berjalan melenggang dengan memakai pakaian yang bagus dan bersolek agar orang dijalan yang melihatnya nanti akan mengagumi kecantikannya. Sementara ibunya berjalan dibelakang sambil membawa keranjang dengan pakaian sangat dekil. Karena mereka hidup ditempat terpencil, tak seorangpun mengetahui bahwa kedua perempuan yang berjalan itu adalah ibu dan anak.
Ketika mereka mulai memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Mereka begitu terpesona melihat kecantikan anak gadis itu, terutama para pemuda desa yang tak puas-puasnya memandang wajah gadis itu. Namun ketika melihat orang yang berjalan dibelakang gadis itu, sungguh kontras keadaannya. Hal itu membuat orang bertanya-tanya.
Di antara orang yang melihatnya itu, seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu, "Hai, gadis cantik. Apakah yang berjalan dibelakang itu ibumu?"
Namun, apa jawaban anak gadis itu ?
"Bukan," katanya dengan angkuh. "Ia adalah pembantuku !"
Kedua ibu dan anak itu kemudian meneruskan perjalanan. Tak seberapa jauh, mendekati lagi seorang pemuda dan bertanya kepada anak gadis itu.
"Hai, manis. Apakah yang berjalan dibelakangmu itu ibumu?"
"Bukan, bukan," jawab gadis itu dengan mendongakkan kepalanya. " Ia adalah budakk!"
Begitulah setiap gadis itu bertemu dengan seseorang disepanjang jalan yang menanyakan perihal ibunya, selalu jawabannya itu. Ibunya diperlakukan sebagai pembantu atau budaknya.
Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka jika ditanya orang, si ibu masih dapat menahan diri. Namun setelah berulang kali didengarnya jawabannya sama dan yang amat menyakitkan hati, akhirnya si ibu yang malang itu tak dapat menahan diri. Si ibu berdoa.
"Ya Tuhan, hamba tak kuat menahan hinaan ini. Anak kandung hamba begitu teganya memperlakukan diri hamba sedemikian rupa. Ya, tuhan hukumlah anak durhaka ini ! Hukumlah dia...."
Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Perubahan itu dimulai dari kaki. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya.
" Oh, Ibu..ibu..ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan anakmu selama ini. Ibu...Ibu...ampunilah anakmu.." Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Akan tetapi, semuanya telah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata, seperti sedang menangis. Oleh karena itu, batu yang berasal dari gadis yang mendapat kutukan ibunya itu disebut " Batu Menangis ".
Demikianlah cerita berbentuk legenda ini, yang oleh masyarakat setempat dipercaya bahwa kisah itu benar-benar pernah terjadi. Barang siapa yang mendurhakai ibu kandung yang telah melahirkan dan membesarkannya, pasti perbuatan laknatnya itu akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Kuasa.###
Jumat, 02 Desember 2011
legenda pulo kemaro
di daerah Sumatra Selatan, tersebutlah seorang raja yang bertahta di Kerajaan Sriwijaya. Raja tersebut mempunyai seorang putri yang cantik jelita bernama Siti Fatimah. Selain cantik, ia juga berperangai baik. Sopan-santun dan tutur bahasanya yang lembut mencerminkan sifat seorang putri raja. Kecantikan dan keelokan perangainya mengundang decak kagum para pemuda di Negeri Palembang. Namun, tak seorang pun pemuda yang berani meminangnya, karena kedua orang tuanya menginginkan ia menikah dengan putra raja yang kaya raya.
Pada suatu hari, datanglah seorang putra raja dari Negeri Cina bernama Tan Bun Ann untuk berniaga di Negeri Palembang. Putra Raja Cina itu berniat untuk tinggal beberapa lama di negeri itu, karena ia ingin mengembangkan usahanya. Sebagai seorang pendatang, Tan Bun Ann datang menghadap kepada Raja Sriwijaya untuk memberitahukan maksud kedatangannya ke negeri itu.
“Ampun, Baginda! Nama hamba Tan Bun Ann, putra raja dari Negeri Cina. Jika diperkenankan, hamba bermaksud tinggal di negeri ini dalam waktu beberapa lama untuk berniaga,” kata Tan Bun Ann sambil memberi hormat.
“Baiklah, Anak Muda! Aku perkenankan kamu tinggal di negeri ini, tapi dengan syarat kamu harus menyerahkan sebagian untung yang kamu peroleh kepada kerajaan,” pinta Raja Sriwijaya.
Tan Bun Ann pun menyanggupi permintaan Raja Sriwijaya. Sejak itu, setiap minggu ia pergi ke istana untuk menyerahkan sebagian keuntungan dagangannya. Suatu ketika, ia bertemu dengan Siti Fatimah di istana. Sejak pertama kali melihat wajah Siti Fatimah, Tan Bun Ann langsung jatuh hati. Demikian sebaliknya, Siti Fatimah pun menaruh hati kepadanya. Akhirnya, mereka pun menjalin hubungan kasih. Karena merasa cocok dengan Siti Fatimah, Tan Bun Ann pun berniat untuk menikahinya.
Pada suatu hari, Tan Bun Ann pergi menghadap Raja Sriwijaya untuk melamar Siti Fatimah.
“Ampun, Baginda! Hamba datang menghadap kepada Baginda untuk meminta restu. Jika diperkenankan, hamba ingin menikahi putri Baginda, Siti Fatimah,” ungkap Tan Bun Ann.
cerita si pahit lidah
Tersebutlah kisah seorang pangeran dari daerah Sumidang bernama Serunting. Anak keturunan raksasa bernama Putri Tenggang ini, dikhabarkan berseteru dengan iparnya yang bernama Aria Tebing. Sebab permusuhan ini adalah rasa iri-hati Serunting terhadap Aria Tebing.
Dikisahkan, mereka memiliki ladang padi bersebelahan yang dipisahkan oleh pepohonan. Dibawah pepohonan itu tumbuhlah cendawan. Cendawan yang menghadap kearah ladang Aria tebing tumbuh menjadi logam emas. Sedangkan jamur yang menghadap ladang Serunting tumbuh menjadi tanaman yang tidak berguna.
Perseteruan itu, pada suatu hari telah berubah menjadi perkelahian. Menyadari bahwa Serunting lebih sakti, Arya Tebing menghentikan perkelahian tersebut. Ia berusaha mencari jalan lain untuk mengalahkan lawannya. Ia membujuk kakaknya (isteri dari Serunting) untuk memberitahukannya rahasia kesaktian Serunting.
Menurut kakaknya Aria Tebing, kesaktian dari Serunting berada pada tumbuhan ilalang yang bergetar (meskipun tidak ditiup angin). Bermodalkan informasi itu, Aria Tebing kembali menantang Serunting untuk berkelahi.
Dengan sengaja ia menancapkan tombaknya pada ilalang yang bergetar itu. Serunting terjatuh, dan terluka parah. Merasa dikhianati isterinya, ia pergi mengembara.
Serunting pergi bertapa ke Gunung Siguntang. Oleh Hyang Mahameru, ia dijanjikan kekuatan gaib. Syaratnya adalah ia harus bertapa di bawah pohon bambu hingga seluruh tubuhnya ditutupi oleh daun bambu. Setelah hampir dua tahun bersemedi, daun-daun itu sudah menutupi seluruh tubuhnya. Seperti yang dijanjikan, ia akhirnya menerima kekuatan gaib. Kesaktian itu adalah bahwa kalimat atau perkataan apapun yang keluar dari mulutnya akan berubah menjadi kutukan. Karena itu ia diberi julukan si Pahit Lidah.
Ia berniat untuk kembali ke asalnya, daerah Sumidang. Dalam perjalanan pulang tersebut ia menguji kesaktiannya. Ditepian Danau Ranau, dijumpainya terhampar pohon-pohon tebu yang sudah menguning. Si Pahit Lidah pun berkata, "jadilah batu." Maka benarlah, tanaman itu berubah menjadi batu. Seterusnya, ia pun mengutuk setiap orang yang dijumpainya di tepian Sungai Jambi untuk menjadi batu.
Namun, ia pun punya maksud baik. Dikhabarkan, ia mengubah Bukit Serut yang gundul menjadi hutan kayu. Di Karang Agung, dikisahkan ia memenuhi keinginan pasangan tua yang sudah ompong untuk mempunyai anak bayi
Dikisahkan, mereka memiliki ladang padi bersebelahan yang dipisahkan oleh pepohonan. Dibawah pepohonan itu tumbuhlah cendawan. Cendawan yang menghadap kearah ladang Aria tebing tumbuh menjadi logam emas. Sedangkan jamur yang menghadap ladang Serunting tumbuh menjadi tanaman yang tidak berguna.
Perseteruan itu, pada suatu hari telah berubah menjadi perkelahian. Menyadari bahwa Serunting lebih sakti, Arya Tebing menghentikan perkelahian tersebut. Ia berusaha mencari jalan lain untuk mengalahkan lawannya. Ia membujuk kakaknya (isteri dari Serunting) untuk memberitahukannya rahasia kesaktian Serunting.
Menurut kakaknya Aria Tebing, kesaktian dari Serunting berada pada tumbuhan ilalang yang bergetar (meskipun tidak ditiup angin). Bermodalkan informasi itu, Aria Tebing kembali menantang Serunting untuk berkelahi.
Dengan sengaja ia menancapkan tombaknya pada ilalang yang bergetar itu. Serunting terjatuh, dan terluka parah. Merasa dikhianati isterinya, ia pergi mengembara.
Serunting pergi bertapa ke Gunung Siguntang. Oleh Hyang Mahameru, ia dijanjikan kekuatan gaib. Syaratnya adalah ia harus bertapa di bawah pohon bambu hingga seluruh tubuhnya ditutupi oleh daun bambu. Setelah hampir dua tahun bersemedi, daun-daun itu sudah menutupi seluruh tubuhnya. Seperti yang dijanjikan, ia akhirnya menerima kekuatan gaib. Kesaktian itu adalah bahwa kalimat atau perkataan apapun yang keluar dari mulutnya akan berubah menjadi kutukan. Karena itu ia diberi julukan si Pahit Lidah.
Ia berniat untuk kembali ke asalnya, daerah Sumidang. Dalam perjalanan pulang tersebut ia menguji kesaktiannya. Ditepian Danau Ranau, dijumpainya terhampar pohon-pohon tebu yang sudah menguning. Si Pahit Lidah pun berkata, "jadilah batu." Maka benarlah, tanaman itu berubah menjadi batu. Seterusnya, ia pun mengutuk setiap orang yang dijumpainya di tepian Sungai Jambi untuk menjadi batu.
Namun, ia pun punya maksud baik. Dikhabarkan, ia mengubah Bukit Serut yang gundul menjadi hutan kayu. Di Karang Agung, dikisahkan ia memenuhi keinginan pasangan tua yang sudah ompong untuk mempunyai anak bayi
cerita si pahit lidah
Tersebutlah kisah seorang pangeran dari daerah Sumidang bernama Serunting. Anak keturunan raksasa bernama Putri Tenggang ini, dikhabarkan berseteru dengan iparnya yang bernama Aria Tebing. Sebab permusuhan ini adalah rasa iri-hati Serunting terhadap Aria Tebing.
Dikisahkan, mereka memiliki ladang padi bersebelahan yang dipisahkan oleh pepohonan. Dibawah pepohonan itu tumbuhlah cendawan. Cendawan yang menghadap kearah ladang Aria tebing tumbuh menjadi logam emas. Sedangkan jamur yang menghadap ladang Serunting tumbuh menjadi tanaman yang tidak berguna.
Perseteruan itu, pada suatu hari telah berubah menjadi perkelahian. Menyadari bahwa Serunting lebih sakti, Arya Tebing menghentikan perkelahian tersebut. Ia berusaha mencari jalan lain untuk mengalahkan lawannya. Ia membujuk kakaknya (isteri dari Serunting) untuk memberitahukannya rahasia kesaktian Serunting.
Menurut kakaknya Aria Tebing, kesaktian dari Serunting berada pada tumbuhan ilalang yang bergetar (meskipun tidak ditiup angin). Bermodalkan informasi itu, Aria Tebing kembali menantang Serunting untuk berkelahi.
Dengan sengaja ia menancapkan tombaknya pada ilalang yang bergetar itu. Serunting terjatuh, dan terluka parah. Merasa dikhianati isterinya, ia pergi mengembara.
Serunting pergi bertapa ke Gunung Siguntang. Oleh Hyang Mahameru, ia dijanjikan kekuatan gaib. Syaratnya adalah ia harus bertapa di bawah pohon bambu hingga seluruh tubuhnya ditutupi oleh daun bambu. Setelah hampir dua tahun bersemedi, daun-daun itu sudah menutupi seluruh tubuhnya. Seperti yang dijanjikan, ia akhirnya menerima kekuatan gaib. Kesaktian itu adalah bahwa kalimat atau perkataan apapun yang keluar dari mulutnya akan berubah menjadi kutukan. Karena itu ia diberi julukan si Pahit Lidah.
Ia berniat untuk kembali ke asalnya, daerah Sumidang. Dalam perjalanan pulang tersebut ia menguji kesaktiannya. Ditepian Danau Ranau, dijumpainya terhampar pohon-pohon tebu yang sudah menguning. Si Pahit Lidah pun berkata, "jadilah batu." Maka benarlah, tanaman itu berubah menjadi batu. Seterusnya, ia pun mengutuk setiap orang yang dijumpainya di tepian Sungai Jambi untuk menjadi batu.
Namun, ia pun punya maksud baik. Dikhabarkan, ia mengubah Bukit Serut yang gundul menjadi hutan kayu. Di Karang Agung, dikisahkan ia memenuhi keinginan pasangan tua yang sudah ompong untuk mempunyai anak bayi
Dikisahkan, mereka memiliki ladang padi bersebelahan yang dipisahkan oleh pepohonan. Dibawah pepohonan itu tumbuhlah cendawan. Cendawan yang menghadap kearah ladang Aria tebing tumbuh menjadi logam emas. Sedangkan jamur yang menghadap ladang Serunting tumbuh menjadi tanaman yang tidak berguna.
Perseteruan itu, pada suatu hari telah berubah menjadi perkelahian. Menyadari bahwa Serunting lebih sakti, Arya Tebing menghentikan perkelahian tersebut. Ia berusaha mencari jalan lain untuk mengalahkan lawannya. Ia membujuk kakaknya (isteri dari Serunting) untuk memberitahukannya rahasia kesaktian Serunting.
Menurut kakaknya Aria Tebing, kesaktian dari Serunting berada pada tumbuhan ilalang yang bergetar (meskipun tidak ditiup angin). Bermodalkan informasi itu, Aria Tebing kembali menantang Serunting untuk berkelahi.
Dengan sengaja ia menancapkan tombaknya pada ilalang yang bergetar itu. Serunting terjatuh, dan terluka parah. Merasa dikhianati isterinya, ia pergi mengembara.
Serunting pergi bertapa ke Gunung Siguntang. Oleh Hyang Mahameru, ia dijanjikan kekuatan gaib. Syaratnya adalah ia harus bertapa di bawah pohon bambu hingga seluruh tubuhnya ditutupi oleh daun bambu. Setelah hampir dua tahun bersemedi, daun-daun itu sudah menutupi seluruh tubuhnya. Seperti yang dijanjikan, ia akhirnya menerima kekuatan gaib. Kesaktian itu adalah bahwa kalimat atau perkataan apapun yang keluar dari mulutnya akan berubah menjadi kutukan. Karena itu ia diberi julukan si Pahit Lidah.
Ia berniat untuk kembali ke asalnya, daerah Sumidang. Dalam perjalanan pulang tersebut ia menguji kesaktiannya. Ditepian Danau Ranau, dijumpainya terhampar pohon-pohon tebu yang sudah menguning. Si Pahit Lidah pun berkata, "jadilah batu." Maka benarlah, tanaman itu berubah menjadi batu. Seterusnya, ia pun mengutuk setiap orang yang dijumpainya di tepian Sungai Jambi untuk menjadi batu.
Namun, ia pun punya maksud baik. Dikhabarkan, ia mengubah Bukit Serut yang gundul menjadi hutan kayu. Di Karang Agung, dikisahkan ia memenuhi keinginan pasangan tua yang sudah ompong untuk mempunyai anak bayi
pantun cintag
JLN JLN KE KOTA MALUKU JANGAN LUPA MEMBELI DUKU KALAU KAU SYG PADA KU BILANG LAH I LOVE YOU
buah nanas buah kapok hari panas kau ku tabok
Beribu-ribu ular disawah hanya satu yang berbisa beribu-ribu cewek di sekolah hanya satu yang kucinta
buah duku buah rambutan. cuci piring bawah jembatan. . . entah jodohku entah bukan. yang penting persahabatan.
lirik lagu everybody knew
ketika ku lihat kau bersama dia
tak ada penyesalan dalam hidupku
dan apa yang ku rasakan saat ini
seperti dulu tak mengenalmu
ketika ku lihat kau bersama dia
tak ada lagi hasrat dalam hidupku
kepada dirimu yang dulu tercinta
tak ada lagi kenangan
tak ada lagi harapan
everybody knew you're a liar
everybody knew you're a player
everybody knew you're never
serious with you love again
and I tell you once again baby
ketika ku lihat kau bersama dia
tak ada penyesalan dalam hidupku
dan apa yang ku rasakan saat ini
seperti dulu tak mengenalmu
everybody knew you're a liar
everybody knew you're a player
everybody knew you're never
serious with you love again
and i tell you once again
everybody knew you're a liar
everybody knew you're a player
everybody knew you're never
serious with you love again
and i tell you once again
serious with you love again
an i tell you once again oh baby
tak ada penyesalan dalam hidupku
dan apa yang ku rasakan saat ini
seperti dulu tak mengenalmu
ketika ku lihat kau bersama dia
tak ada lagi hasrat dalam hidupku
kepada dirimu yang dulu tercinta
tak ada lagi kenangan
tak ada lagi harapan
everybody knew you're a liar
everybody knew you're a player
everybody knew you're never
serious with you love again
and I tell you once again baby
ketika ku lihat kau bersama dia
tak ada penyesalan dalam hidupku
dan apa yang ku rasakan saat ini
seperti dulu tak mengenalmu
everybody knew you're a liar
everybody knew you're a player
everybody knew you're never
serious with you love again
and i tell you once again
everybody knew you're a liar
everybody knew you're a player
everybody knew you're never
serious with you love again
and i tell you once again
serious with you love again
an i tell you once again oh baby
chord gitar lagu isabella
:intro: Am Dm E Am E-F-E
Am Dm
isabella adalah
G C
kisah cinta dua dunia
Am Dm
mengapa kita berjumpa
G E
namun akhirnya terpisah
[intro] Am Dm E Am E
Am Dm
terbayang lambaiannya
G C
saatku terbakar kehangatan
Am Dm
dunia dipenuhi
G E
warna berseri bunga cinta
F Dm G C
kita yang terlena hingga musim berubah
Dm G E
mentari menyepi menyalakan api cinta
[chorus]
Dm G
dia isabella
C Am
lambang cinta dan prahara
Dm G
terpisah karena
F C
adat yang berbeda
Dm G E
cinta gugur bersama daun-daun kekeringan
Am Dm
haluan hidupku
G C
terpisah dengan isabella
Am Dm
terbayang lambaiannya
G E
saatku terbakar kehangatan
F Dm G C
siang jadi hilang ditelan kegelapan malam
Dm G E
alam yang terpisah melenyapkan sebuah kisah
[interlude] Dm G C F Dm A# E 2x
[outro] Am Dm E Am Am-E
Am Dm
isabella adalah
G C
kisah cinta dua dunia
Am Dm
mengapa kita berjumpa
G E
namun akhirnya terpisah
[intro] Am Dm E Am E
Am Dm
terbayang lambaiannya
G C
saatku terbakar kehangatan
Am Dm
dunia dipenuhi
G E
warna berseri bunga cinta
F Dm G C
kita yang terlena hingga musim berubah
Dm G E
mentari menyepi menyalakan api cinta
[chorus]
Dm G
dia isabella
C Am
lambang cinta dan prahara
Dm G
terpisah karena
F C
adat yang berbeda
Dm G E
cinta gugur bersama daun-daun kekeringan
Am Dm
haluan hidupku
G C
terpisah dengan isabella
Am Dm
terbayang lambaiannya
G E
saatku terbakar kehangatan
F Dm G C
siang jadi hilang ditelan kegelapan malam
Dm G E
alam yang terpisah melenyapkan sebuah kisah
[interlude] Dm G C F Dm A# E 2x
[outro] Am Dm E Am Am-E
lirik lagu isabella
Isabella adalah
Kisah cinta dua dunia
Mengapa kita berjumpa
Namun akhirnya terpisah
Siang jadi hilang
Ditelan kegelapan malam
Alam yang terpisah
Melenyapkan sebuah kisah...
Terbayang lambaianmu
Salju terbakar kehangatan
Dunia di penuhi
Warna berseri bunga cinta
Kita yang terlena
Hingga musim berubah
Mentari menyepi
Bernyalalah api cinta
1
Dia Isabella
Lambang cinta yang lara
Terpisah kerana
Adat yang berbeza
Cinta gugur bersama
Daun daun kekeringan...
Haluan hidupku
Terpisah dengan Isabella
Tapi aku terpaksa
Demi cintaku Isabella
Moga dibukakan
Pintu hatimu untukku
Akan terbentang jalan
Andainya kau setia
Oh! Isabella....
( ulang dari 1 )
Kisah cinta dua dunia
Mengapa kita berjumpa
Namun akhirnya terpisah
Siang jadi hilang
Ditelan kegelapan malam
Alam yang terpisah
Melenyapkan sebuah kisah...
Terbayang lambaianmu
Salju terbakar kehangatan
Dunia di penuhi
Warna berseri bunga cinta
Kita yang terlena
Hingga musim berubah
Mentari menyepi
Bernyalalah api cinta
1
Dia Isabella
Lambang cinta yang lara
Terpisah kerana
Adat yang berbeza
Cinta gugur bersama
Daun daun kekeringan...
Haluan hidupku
Terpisah dengan Isabella
Tapi aku terpaksa
Demi cintaku Isabella
Moga dibukakan
Pintu hatimu untukku
Akan terbentang jalan
Andainya kau setia
Oh! Isabella....
( ulang dari 1 )
chord gitar lirik lagu panah asmara
Fm A# Gm C#m Fm A# D#
D# G# G C# C Fm A# Gm
Berdebar rasa di dada setiap kau tatap mataku
C#m Fm A# D#
Apakah arti pandangan itu menunjukkan hasratmu
G# G C# C Fm A# Gm
Sungguh aku telah tergoda saat kau dekat denganku
C#m Fm
Hanya kau yang membuatku begini
A# D#
Melepas panah asmara
[chorus]
G# A# Gm Cm
Sudah katakan cinta sudah kubilang sayang
Fm Gm G#m A#
Namun kau hanya diam tersenyum kepadaku
G# A# Gm Cm
Kau buat aku bimbang kau buat aku gelisah
Fm Gm G# A# C# D D#
Ingin rasanya kau jadi milikku
G# G C# C Fm A# Gm
Ku akan setia menunggu satu kata yang terucap
C#m Fm A# D#
Dari isi hati sanubarimu yang membuatku bahagia
G# G C# C Fm A# Gm
Sungguh aku telah tergoda saat kau dekat denganku
C#m Fm
Hanya kau yang membuatku begini
A# D#
Melepas panah asmara
[chorus]
G# A# Gm Cm
Sudah katakan cinta sudah kubilang sayang
Fm Gm G#m A#
Namun kau hanya diam tersenyum kepadaku
G# A# Gm Cm
Kau buat aku bimbang kau buat aku gelisah
Fm Gm G# A# C# D D#
Ingin rasanya kau jadi milikku
D#
Panah asmara panah asmara panah asmara
D#
Panah asmara panah asmara panah asmara
D#
Panah asmara panah asmara panah asmara
D#
Panah asmara panah asmara panah asmara
[solo] Fm A# Gm Cm Fm A# D#
[chorus]
G# A# Gm Cm
Sudah katakan cinta sudah kubilang sayang
Fm Gm G#m A#
Namun kau hanya diam tersenyum kepadaku
G# A# Gm Cm
Kau buat aku bimbang kau buat aku gelisah
Fm Gm G# A# C# D D#
Ingin rasanya kau jadi milikku
G# A# Gm Cm
Kau buat aku bimbang kau buat aku gelisah
Fm Gm G# A# Fm Gm G# C# C
Ingin rasanya kau jadi milikku
Fm Gm G# A#
Ingin rasanya kau jadi milikku
D#
Panah asmara panah asmara panah asmara
D#
Panah asmara panah asmara
D# G# G C# C Fm A# Gm
Berdebar rasa di dada setiap kau tatap mataku
C#m Fm A# D#
Apakah arti pandangan itu menunjukkan hasratmu
G# G C# C Fm A# Gm
Sungguh aku telah tergoda saat kau dekat denganku
C#m Fm
Hanya kau yang membuatku begini
A# D#
Melepas panah asmara
[chorus]
G# A# Gm Cm
Sudah katakan cinta sudah kubilang sayang
Fm Gm G#m A#
Namun kau hanya diam tersenyum kepadaku
G# A# Gm Cm
Kau buat aku bimbang kau buat aku gelisah
Fm Gm G# A# C# D D#
Ingin rasanya kau jadi milikku
G# G C# C Fm A# Gm
Ku akan setia menunggu satu kata yang terucap
C#m Fm A# D#
Dari isi hati sanubarimu yang membuatku bahagia
G# G C# C Fm A# Gm
Sungguh aku telah tergoda saat kau dekat denganku
C#m Fm
Hanya kau yang membuatku begini
A# D#
Melepas panah asmara
[chorus]
G# A# Gm Cm
Sudah katakan cinta sudah kubilang sayang
Fm Gm G#m A#
Namun kau hanya diam tersenyum kepadaku
G# A# Gm Cm
Kau buat aku bimbang kau buat aku gelisah
Fm Gm G# A# C# D D#
Ingin rasanya kau jadi milikku
D#
Panah asmara panah asmara panah asmara
D#
Panah asmara panah asmara panah asmara
D#
Panah asmara panah asmara panah asmara
D#
Panah asmara panah asmara panah asmara
[solo] Fm A# Gm Cm Fm A# D#
[chorus]
G# A# Gm Cm
Sudah katakan cinta sudah kubilang sayang
Fm Gm G#m A#
Namun kau hanya diam tersenyum kepadaku
G# A# Gm Cm
Kau buat aku bimbang kau buat aku gelisah
Fm Gm G# A# C# D D#
Ingin rasanya kau jadi milikku
G# A# Gm Cm
Kau buat aku bimbang kau buat aku gelisah
Fm Gm G# A# Fm Gm G# C# C
Ingin rasanya kau jadi milikku
Fm Gm G# A#
Ingin rasanya kau jadi milikku
D#
Panah asmara panah asmara panah asmara
D#
Panah asmara panah asmara
panah asmara
berdebar rasa di dada
setiap kau tatap mataku
apakah arti pandangan itu
menunjukkan hasratmusunnguh aku tlah tergoda
saat kau dekat denganku
hanya kau yg membuatku begini
melepas panah asmara
reff: sudah katakan cinta
sudah ku bilang sayang
namun kau hanya diam
tersenyum kepadaku
kau buat aku bimbang
kau buat aku gelisah
ingin rasanya kau jadi milikku
ku akan setia menanti
satu kata yg terucap
dari isi hati sanubarimu
yg membuatku bahagia
sungguh aku tlah tergoda
saat kau dekat denganku
hanya kau yg membuatku begini
melepas panah asmara
repeat reff [2x]
ingin rasanya kau jadi milikku
kau jadi milikku
setiap kau tatap mataku
apakah arti pandangan itu
menunjukkan hasratmusunnguh aku tlah tergoda
saat kau dekat denganku
hanya kau yg membuatku begini
melepas panah asmara
reff: sudah katakan cinta
sudah ku bilang sayang
namun kau hanya diam
tersenyum kepadaku
kau buat aku bimbang
kau buat aku gelisah
ingin rasanya kau jadi milikku
ku akan setia menanti
satu kata yg terucap
dari isi hati sanubarimu
yg membuatku bahagia
sungguh aku tlah tergoda
saat kau dekat denganku
hanya kau yg membuatku begini
melepas panah asmara
repeat reff [2x]
ingin rasanya kau jadi milikku
kau jadi milikku
sengaja aku mencintaimu
sengaja aku mencintaimu
lalu biarkan kukirim surat
seperti suratku yang tiada henti
mengalir ke tubuhmu
aku tak pernah menanti jawab
sebab aku belum selesai mengeja
bait bait sajak yang kautulis
tak juga sempat kutolak
sebab cinta adalah kesendirian
rindu aku jadi kekasihmu
sebab dari ada kuingin tiada
lalu biarkan kukirim surat
seperti suratku yang tiada henti
mengalir ke tubuhmu
aku tak pernah menanti jawab
sebab aku belum selesai mengeja
bait bait sajak yang kautulis
tak juga sempat kutolak
sebab cinta adalah kesendirian
rindu aku jadi kekasihmu
sebab dari ada kuingin tiada
puisi segaris jalan
Jalan setapak menggaris
dengan tepi terjal tak berwarna
jalur-jalur sebagai pembatas gerak
seperti aku berlari dan merangkak
Air hitam itu memenuhi tepian jalan
muntah oleh miringnya rencana
kaca-kaca pecah berantakan
menepi, langkahi arti hidup dan mati
Laju kecepatan terus beringsut
penuhi dada ini -- membusung --
terus membusung, tak reda rongga tersengal
-- terbatas -- demi kuasai lajur kecil ini
Di sini hanya bentakan dan rintihan
yang ada
kamus praktis telah menjadi pedoman
Jauh, jauh dari lambaian nyiur
hanya aspal bebal yang akan terus menggerus
dengan tepi terjal tak berwarna
jalur-jalur sebagai pembatas gerak
seperti aku berlari dan merangkak
Air hitam itu memenuhi tepian jalan
muntah oleh miringnya rencana
kaca-kaca pecah berantakan
menepi, langkahi arti hidup dan mati
Laju kecepatan terus beringsut
penuhi dada ini -- membusung --
terus membusung, tak reda rongga tersengal
-- terbatas -- demi kuasai lajur kecil ini
Di sini hanya bentakan dan rintihan
yang ada
kamus praktis telah menjadi pedoman
Jauh, jauh dari lambaian nyiur
hanya aspal bebal yang akan terus menggerus
SATU
kuterjemahkan tubuhku ke dalam tubuhmu
ke dalam rambutmu kuterjemahkan rambutku
jika tanganmu tak bisa bilang tanganku
kuterjemahkan tanganku ke dalam tanganmu
jika lidahmu tak bisa mengucap lidahku
kuterjemahkan lidahku ke dalam lidahmu
aku terjemahkan jemariku ke dalam jemarimu
jika jari jemarimu tak bisa memetikku
ke dalam darahmu kuterjemahkan darahku
kalau darahmu tak bisa mengucap darahku
jika ususmu belum bisa mencerna ususku
kuterjemahkan ususku ke dalam ususmu
kalau kelaminmu belum bilang kelaminku
aku terjemahkan kelaminku ke dalam kelaminmu
daging kita satu arwah kita satu
walau masing jauh
yang tertusuk padamu berdarah padaku
ke dalam rambutmu kuterjemahkan rambutku
jika tanganmu tak bisa bilang tanganku
kuterjemahkan tanganku ke dalam tanganmu
jika lidahmu tak bisa mengucap lidahku
kuterjemahkan lidahku ke dalam lidahmu
aku terjemahkan jemariku ke dalam jemarimu
jika jari jemarimu tak bisa memetikku
ke dalam darahmu kuterjemahkan darahku
kalau darahmu tak bisa mengucap darahku
jika ususmu belum bisa mencerna ususku
kuterjemahkan ususku ke dalam ususmu
kalau kelaminmu belum bilang kelaminku
aku terjemahkan kelaminku ke dalam kelaminmu
daging kita satu arwah kita satu
walau masing jauh
yang tertusuk padamu berdarah padaku
pantun agama
Sungguh indah pintu dipahat
Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat
Taat selalu perintah Tuhan
Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat
Taat selalu perintah Tuhan
Belatuk di atas dahan
Terbang pergi ke lain pokok
Hidup mati ditangan Tuhan
Kepada Allah kita bermohon
Terbang pergi ke lain pokok
Hidup mati ditangan Tuhan
Kepada Allah kita bermohon
Daun tetap di atas dulang
Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang
Perbuatan haram jangan dicuba
Kulit lembu celup samak
Mari buat tapak kasut
Harta dunia janganlah tamak
Kalau mati tidak diikut
Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang
Perbuatan haram jangan dicuba
Kulit lembu celup samak
Mari buat tapak kasut
Harta dunia janganlah tamak
Kalau mati tidak diikut
Pak Kulup anak juragan
Mati diracun muntahkan darah
Hidup di dunia banyak dugaan
Kepada Allah kita berserah
Mati diracun muntahkan darah
Hidup di dunia banyak dugaan
Kepada Allah kita berserah
Sayang-sayang buah kepayang
Buah kepayang hendak dimakan
Manusia hanya boleh merancang
Kuasa Allah menentukan
Buah kepayang hendak dimakan
Manusia hanya boleh merancang
Kuasa Allah menentukan
pantun anak anak
Merah warna buah tomat
Membuat sayur terasa nikmat
Beta ingin mencari sahabat
Agar hidup punya manfaat
Tinggi batang pohon jambu
Tumbuh di sisi pohon mangga
Engkau dan aku adalah satu
Bersahabat dalam suka duka
Pohon ceri subur tumbuhnya
Petik buahnya masukkan kantong
Saling memberi saling menerima
Saling bantu tolong menolong
Pergi ke Medan membeli ulos
Singgah di kedai membeli gulai
Jangan ajak aku membolos
Dorong aku jadi anak pandai
Jika ke kota beli kain kaca
Beli pita dua seuntai
Rajin menulis rajin membaca
Itu pertanda anak yang pandai
Di sana gunung di sini gunung
Di tengah-tengah gunung Rajabasa
Ke sana bingung ke situ bingung
Lebih baik ke sekolah saja.
naskah drama cinderella
Cinderella adalah seorang gadis yang cantik jelita. Namun, dia kehilangan orang yang sangat dicintainya yaitu ibunya. Ketika ayahnya menikah dan pergi meninggalkannya, hidupnya semakin menderita. Dia selalu diperlakukan seperti pembantu oleh ibu dan saudara tirinya.
Pada saat itu, Sang Ratu mengadakan acara pesta dansa untuk mencari jodoh untuk Pangeran. Cinderella ingin sekali pergi ke pesta itu, namun ibu dan saudara tirinya tidak menijinkannya. Tapi dengan bantuan peri, Cinderella bisa pergi ke pesta itu dengan syarat kembali ke rumah sebelum jam 12 malam karena setelah jam 12 malam keajaiban itu akan hilang.
Setelah jam 12 malam, Cinderella meninggalkan istana. Namun, tanpa sengaja, dia meninggalkan sepatu bot kesayangannya. Pangeran yang sudah jatuh hati padanya, mengadakan sayembara barang siapa yang ukuran kakinya pas dengan sepatu bot istimewa tersebut, akan menikah dengannya.
Ketika Cinderella mencoba sepatu bot istimewa tersebut, ternyata cocok dan Cinderella juga mempunyai pasangan sepatu bot yang lain. Pangeran pun langsung melamar Cinderella. Setelah itu, Pangeran membawa Cinderella ke istana. Namun, cerita itu belum selesai.
Ketika Sang Pangeran membawa Cinderella ke istana . . . .
(Di arena sudah ada Ratu dan Putri Irakus yang sedang duduk di kursi. Cinderella dan Pangeran masuk ke arena)
Ratu : (berdiri lalu menunjuk Cinderella) Siapa perempuan ini, Pangeran?
Pangeran : Ini adalah wanita yang akan menjadi istriku.
Ratu : Kau yakin memilih wanita seperti ini?
Pangeran : Ya, kami sudah saling mencintai. (Cinderella dan Pangeran saling bertatap muka, berpegangan tangan, dan tersenyum.)
Ratu : Apa? Kau pilih perempuan seperti ini yang tampang pembantu? Apa kata Bu Nia?
Cinderella: Apa kata dunia, Ratu.
Ratu : Ya. Itu maksudku.
Pangeran: Walaupun penampilannya seperti pembantu, tapi hatinya seperti emas 24 karat.
Ratu: Kau bilang hatinya seperti emas karatan? Tapi Pangeran. Bunda sudah menemukan pasangan yang cocok untukmu Pangeran. Dia adalah putri dari Kerajaan Jatuh Bangun.
Pangeran: Tapi Bunda . . . .
Ratu: Dia adalah wanita yang sangat cantik. Lagipula dia adalah wanita yang baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung. Apabila kerajaan kita bersatu dengan Kerajaan Jatuh Bangun, akan menjadi kerajaan yang sangat besaaar.
Pangeran: Tapi aku sangat mencintainya, Bunda.
Ratu : Tidak boleh! Pokoknya kau harus menikah dengan Putri Irakus.
Pangeran : Hah? Irakus? Nama yang aneh. Tapi aku tetap tidak mau.
Ratu : Harus mau!
Pangeran : Tidak mau!
Ratu : Pokoknya harus!
Pangeran : Gak mau!
Ratu : Harus!
Pangeran : Mau. Eh tidak mau!
Ratu : Dasar anak durhaka kau!
Pangeran : Lho, kok jadi kaya Malin Kundang?
Ratu: Kurang ajar kau! Sudah membantah perintah orang tua! (Ratu hampir menampar Pangeran)
Raja : (masuk ke arena) Stop..!! Ada apa ini? Siapa perempuan itu? (menunjuk Cinderella)
Pangeran : Ini adalah calon istriku, Ayahanda.
Raja : Oh, ini calon istrimu. Jadi perempuan ini yang memenangkan sayembara sepatu bot itu.(sambil melirik sepatu bot yang dipakai Cinderella)
Pangeran : Iya, Ayahanda. Dia bahkan mempunyai pasangan sepatu bot yang lainnya.
Ratu: Tapi aku sudah menemukan jodoh buat Pangeran! Dia adalah putri dari Kerajaan Jatuh Bangun.
Raja :Ya sudah. Itu terserah Pangeran saja!
Ratu : Tapi, Raja. Aku tidak setuju dengan keputusanmu. Masa Pangeran menikah sama pembantu seperti itu. Jangan gila donk!
Raja : (berfikir sejenak) Ya. Sudah. Bagaimana kalau kita adakan suatu kompetisi?
Putri Irakus : (berdiri) Kompetisi seperti apa, Yang Mulia?
Raja : Kalau kau menang dalam kompetisi itu, kau yang akan menikahi Pangeran. Kalau perempuan itu yang menang, dia yang akan menikah dengan Pangeran. Ada yang tidak setuju dengan kuputusanku?
Ratu : Lagi-lagi kau memberikan keputusan yang aneh! Setelah kau dan Pangeran mengadakan sayembara sepatu bot aneh itu!
Putri Irakus : Baiklah kalau begitu, saya terima, Yang Mulia.
Ratu : Apa? Kau terima tantangan aneh itu?(marah)
Putri Irakus : Sudahlah Bibi. Saya bisa bersaing secara sportif.
Ratu : Apa?? Kau panggil aku Bibi? Memangnya aku bibimu apa? (semakin marah)
Putri Irakus : Oh! Maksudku Ibunda Ratu. Lagipula saya yakin saya bisa mengalahkan perempuan itu.
Cinderella : (mengacungkan tangan)
Raja : Ada apa, Nona? Kau tidak setuju dengan keputusanku?
Cinderella : Saya setuju dengan keputusan Yang Mulia.
Raja : Lalu, kenapa kau mengacungkan tangan?
Cinderella : Sebenarnya, saya keberatan dipanggil dengan sebutan perempuan itu. Saya kan juga punya nama.
Raja : Oh ya. Kau belum memperkenalkan diri. Siapa namamu?
Cinderella : Namaku Cinderella.
Ratu : Cinderella? Gadis cerobong asap. Nama yang paling aneh yang pernah kudengar. Lihat dirimu! Kau memang pantas mendapatkan nama itu!
Cinderella : Sebenarnya itu cuma nama panggilanku saja. Nama itu diberikan oleh ibu dan saudara-saudara tiriku yang selalu jahat padaku.
Ratu : Alaah! Pake curhat segala!
Raja : Kalau begitu, siapa nama aslimu?
Cinderella : Tapi, nama asliku terlalu panjang.
Raja : Sebutkan saja
Cinderella : Nama asliku adalah Mocu Claudia Abraba Bella Sintia Cornelius Protectus Alfonso Equil Da Barbara Margaretha.
Putri Irakus: Tapi, namaku juga tidak kalah panjangnya dengan Cinderella. Aku bisa menyebutkannya sekarang.
Raja: Stop! Kenapa kita jadi mempeributkan nama?
(semua terdiam sejenak)
Raja: Bagaimana denganmu, Pangeran? Kau setuju?
Pangeran: Apapun keputusan Ayahanda, aku setuju.
Ratu: Apa? Kau terima juga keputusan aneh itu? Sedangkan kau membantah perintahku?
Raja: Oke! Kalau begitu, kompetisi dimulai besok pagi pukul 9.00 sampai dengan selesai.
Ratu: Tapi, kompetisi seperti apa baginda?
Raja: Ada tiga kompetisi yang akan digelar yaitu:
1). Kompetisi memasak
2). Kompetisi menjahit
3). Kompetisi yang masih dirahasiakan
Kalian siap?
Cinderella & P. Irakus : Siap, Yang Mulia.
Raja : Ya sudah. Ku tunggu besok ya. Dah! (meninggalkan arena kemudian disusul dengan  Cinderella dan Pangeran sambil bergandengan tangan)
Ratu : Kita harus menyusun rencana supaya Cinderella kalah dalam kompetisi itu.
Putri Irakus : Ya, I agree with you.
Ratu : Sini, saya bisikin.
Putri Irakus : Ih… Geli!
Ratu: Mau gak?
Putri Irakus : Iya, iya.
Putri Irakus: Itu ide berlian!
Ratu: Brilian.
Putri Irakus : Ya. Itu maksudku.
Ratu & Putri Irakus : Ha ha ha ha ha . . . .
(Ratu dan Putri Irakus meninggalkan arena).
Keesokan harinya . . . .
(Semua masuk arena)
Raja: Kalian sudah siap melaksanakan kompetisi pertama?
Cinderella & P. Irakus : Ya iyalah . . . .
Raja : Pengawal! Siapkan bahan & alat-alat masaknya!
Pengawal : Baik Baginda.
(Pengawal menyiapkan alat-alat masak)
Raja : Kompetisi pertama yaitu kompetisi memasak resmi dibuka. Tepuk tangan!
(Raja, Ratu, dan Pangeran duduk di ruang makan, sementara Cinderella dan Putri Irakus sibuk memasak.)
Raja : Kira-kira, siapa yang akan menang?
Ratu : Pasti putri Irakus yang akan menang.
Pangeran : Yakin banget sih!
Ratu : Suka-suka gue donk!
Raja : Sudah-sudah! Jangan bertengkar! Lihat saja nanti!
Sementara itu di dapur . . . .
Cinderella : Putri Irakus, aku titip masakanku dulu ya. Aku mau ke belakang dulu.
Putri Irakus: Tenang saja! Masakanmu aman kok!
Ternyata, Putri Irakus mempunyai niat jahat. Dia menaburkan garam, gula, merica, vetsin, dan mayones pada masakan Cinderella supaya rasa masakan Cinderella menjadi tidak karuan. Namun, tanpa sengaja, putri Irakus lupa menaburkan garam ke masakannya sendiri.
(Cinderella masuk lagi ke dapur).
Cinderella : Terima kasih, ya. Sudah menunggu masakanku.
Putri Irakus : Sama-sama. Oh ya, tadi ada 3 ekor lalat hinggap di adonan masakanmu lho. Tapi, sudah kuusir jauh-jauh.
Cinderella : Terima kasih very much.
Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Cinderella dan putri Irakus telah selesai mamasak masakan mereka. Akhirnya tiba penilaian masakan Cinderella dan Putri Irakus.
(Cinderella dan Putri Irakus keluar dari dapur dan membawa masakan mereka masing masing ke ruang makan)
Cinderella : Selamat Menikmati, Yang Mulia.
Raja : Terima kasih. (Mencicipi masakan Cinderella) Emm . . . . Masakanmu enak sekali. Coba kau cicipi Pangeran!
Pangeran: Emm . . . . Ini adalah masakan yang paling enak dari semua masakan yang pernah kucoba.
Putri Irakus : Tidak mungkin! Masakanku jauh lebih enak. Kalau tidak percaya, cicipi saja!
(Semua mencicipi masakan Putri Irakus)
Ratu : Dia benar! Masakan Putri Irakus lebih enak daripada masakan Cinderella.(berpura-pura)
Raja : Istriku. Apa kau mempunyai masalah dengan indera perasamu? Masakan ini sama sekali tidak ada rasanya. Kau bilang masakan ini enak?
Pangeran : Iya. Ayahanda benar. Masakan ini sama sekali tidak ada rasanya.
Ratu: Euh . . .
Raja: Baiklah. Sudah kuputuskan. Bahwa pemenang dari kompetisi ini adalah . . . . Cinderella!! Jadi, skor sementara 1-0 untuk Cinderella. Tepuk tangan untuk Cinderella!
Raja : Selamat ya Cinderella.
Cinderella: Terima kasih.
Raja : Saya tunggu kalian besok jam 9.00 pagi untuk kompetisi kedua yaitu kompetisi menjahit.
(Raja meninggalkan arena. Kemudian disusul oleh Pangeran dan Cinderella)
Ratu : Irakus! Kamu sengaja ya? Kenapa masakan Cinderella jadi enak sementara masakanmu sama sekali tidak ada rasanya? (marah)
Putri Irakus : Ampun, Nyai Ratu. Saya . . . .
Ratu: Apa?? Kau panggil aku Nyai? Setelah kau menyebutku Bibi?(semakin marah)
Putri Irakus :Maksudku Ibunda Ratu. Saya sudah memasukkan garam, gula, merica, vetsin, dan mayones dalam adonan masakan Cinderella supaya masakan Cinderella tidak karuan. Tapi, entah mengapa masakan Cinderella justru menjadi enak.
Ratu : Dasar tulol! Itu sih sama dengan membantu membumbui masakan Cinderella! Harusnya kau tambahkan cuka yang banyak atau kotoran unta dari Timur Tengah sekalian!
Putri Irakus : Maafkan saya, Bibi. Eh, maksudku Ibunda Ratu.
Ratu : Ya, sudahlah. Yang lalu biarlah berlalu. Jangan lagi ini terjadi. Sekarang, kita susun rencana baru untuk kompetisi selanjutnya.
(Ratu dan Putri Irakus meninggalkan arena dan pengawal datang membersihkan ruangan)
Keesokan harinya . . . .
(semua masuk ke arena)
Raja : Selamat pagi semuanya! Apakah kalian siap mengikuti kompetisi kedua?
Cinderella & Irakus : Ya, kami siap.
Raja : Kompetisi kedua yaitu kompetisi menjahit baju untuk Pangeran resmi dibuka. Tepuk tangan! (semua tepuk tangan) Peraturannya sangat mudah. Kalian harus membuat sebuah baju untuk Pangeran dalam waktu satu malam. Baju yang kalian buat harus diserahkan besok pagi sebelum kompetisi ketiga dimulai. Kalian mengerti dengan peraturannya?
Cinderella & Irakus : Mengerti, Yang Mulia.
Raja : Sekarang, kalian bisa memulai pembuatan baju kalian.
Cinderella : Baiklah Yang Mulia, kami berdua pamit sekarang.
(Cinderella & Putri Irakus pergi meniggalkan arena disusul dengan Raja)
Malamnya, Cinderella mulai menjahit.
(Cinderella masuk membawa kain dan berpura-pura menjahit, kemudian pengawal masuk).
Pengawal : Nona Cinderella. Anda dipanggil untuk menghadap Paduka Raja.
Cinderella : Oh, baiklah kalau begitu.
(Cinderella dan Pengawal meninggalkan arena, kemudian datang Putri Irakus)
Putri Irakus : (datang lalu merobek pakaian buatan Cinderella) Dengan begini. Kau pasti kalah, Cinderella. Ha ha ha ha! (meninggalkan arena, kemudian beberapa detik kemudian Cinderella datang).
Cinderella : Tidak! Siapa yang berani melakukan ini? (mengambil kain yang telah dirobek) Aduh, pasti aku akan kalah dalam kompetisi kedua ini. Apa yang harus kulakukan? (menangis, kemudian keluar arena)
Keesokan harinya . . . .
(Raja, Pangeran, Ratu, & Pengawal masuk)
Raja: Akhirnya tiba saatnya untuk penentuan pemenang dari kompetisi kedua ini. Kepada Putri Irakus, silahkan masuk dan memperlihatkan baju buatannya.
(Putri Irakus masuk sambil memperlihatkan baju buatannya)
Putri Irakus : Ini Yang Mulia. Ini adalah baju yang saya buat.
Raja: Cukup bagus. Kalau boleh tahu, apa bahan yang kau pakai untuk membuat baju ini?
Putri Irakus : Baju ini dibuat dari berbagai macam kulit. Kulit unta, kulit pisang, kulit domba, kulit gajah, kulit cheetah, dan tak lupa juga ditambahkan dengan kulit kodok.
Pangeran : Wow! Unik sekali!
Ratu : Tentu saja! Siapa dulu yang membuatnya? Putri Irakus . . . .
Raja : Sekarang, tiba giliran Cinderella. Cinderella, saatnya kau masuk dan membawa baju buatanmu.
Satu jam kemudian . . .
(Cinderella tidak muncul-muncul)
Dua jam kemudian . . . .
(Cinderella tidak muncul juga)
Raja: Kemana sih Cinderella itu? Kok belum muncul-muncul. Pengawal! Cari Cinderella!
Pengawal: Baik (kemudian keluar arena)
Putri Irakus : Mungkin dia belum menyelesaikan baju buatannya. Atau mungkin dia sama sekali tidak bisa menjahit.
Raja : Tunggu dulu! Pengawal kita kan sedang mencari dia. Pliss deh! Tunggu bentar donk ah!
Beberapa menit kemudian . . . .
Cinderella : (datang tergesa-gesa dan pengawal menyusul di belakang Cinderella) Yang Mulia, maaf…saya terlambat.
Raja: Dari mana saja kamu Cinderella? Kami sudah menunggu kamu, Cinderella.
Cinderella: Begini yang mulia, seseorang telah merobek baju yang saya buat untuk Pangeran.
Ratu : Alaah! Paling itu cuma alasan kamu saja.
Cinderella : Tidak! Semua itu benar! Ini buktinya.
(menunjukan baju robek ke raja dan kemudian ke penonton)
Ratu : Alah! Paling kamu yang merobek baju itu.
Cinderella : Tidak! Itu tidak benar! Sumpah!
Raja : Sudahlah! Lagipula kita sudah bisa melihat siapa pemenangnya. Jadi skor sementara satu sama.
(Putri Irakus dan Ratu terlihat girang)
Cinderella : Tapi, Yang Mulia . . . .
Pangeran : Sudahlah Cinderella. (memegang pundak Cinderella) Yang lalu biarlah berlalu. Jangan lagi ini terjadi. Nasi sudah menjadi bubur. Dan bubur tidak bisa menjadi nasi lagi. Lagipula masih ada kompetisi ketiga. Jadi, kau masih punya kesempatan untuk mengalahkan Irakus.
Putri Irakus : Oh ya! Tempo hari, Yang Mulia bilang kompetisi ketiga masih dirahasiakan. Kalau begitu, apa kompetisi ketiganya, Yang Mulia?
Raja : Kompetisi yang ketiga adalah . . . . kompetisi mendandani pengawal kerajaan!
Semua : Hah? Mendandani pengawal kerajaan?
Ratu : Tapi, Baginda. Semua pegawai sakit cacar ayam, kecuali pengawal yang satu ini.
Raja : Oh, iya juga ya. Dari Minggu kemarin mereka sakit yah. Berarti kurang satu orang lagi. (berfikir sejenak lalu berkeliling melihat penonton lalu berbalik dan menunjuk narator) Bagaimana kalau Narator saja yang jadi sukarelawannya?
Semua : Setuju!
Raja : Narator! Ayo sini!
(Narator menghampiri Raja)
Raja : Pengawal! Siapkan kursi dan alat kecantikannya!
Pengawal : Baik, Yang Mulia.
(Pengawal menyiapkan kursi & alat kecantikan. Lalu Pengawal dan Narator duduk di kursi)
Raja : Sekarang kalian boleh memulai mendandani pengawal dan narator dan waktu kalian adalah 137,87 detik dari sekarang!
(Cinderella dan Putri Irakus mendandani pengawal dan narator)
Ratu: Ayo! Cepat! Cepat!
Putri Irakus : Iya! Iya!
Raja: Waktu habis!
(Cinderella dan Putri Irakus berhenti mendandani Pengawal dan Narator)
Raja: (melihat-lihat muka narator dan pengawal) Wow! Aku kan menyuruhmu mendandani pengawal ini supaya cantik? Bukan menyulapnya menjadi seperti badut!
Putri Irakus: Ma . . . maaf, Yang Mulia. Ini semua gara-gara Ratu yang mengesa-gesa saya mendandani pengawal.
Ratu : Aeh-aeh! Kenapa kau jadi menyalahkan Ratu?
Putri Irakus : Emang salah Ratu kok!
Ratu : Salah gimana maksud lho? Kok kamu jadi nyalahin Ratu sih? Dasar tidak tahu terima kasih! Aku kan sudah membantumu untuk membuat Cinderella kalah! Lagipula, merobek baju itu ideku! (terdiam sejenak) Ups…
Semua : Ooo…
Raja : Jadi, kalian yang merobek baju Cinderella itu?
Ratu : Bukan aku! Itu Putri Irakus! (menunjuk Putri Irakus)
Putri Irakus: Tapi itu kan ide Ratu!
Raja : Sudah-sudah! Jadi saya putuskan yang akan menikah dengan Pangeran adalah . . . . Cinderella!
Putri Irakus : Tidak!
(Pengawal menyeret Putri Irakus pergi)
Ratu : Dengan sangat berat hati, aku terima kau jadi menantuku, Cinderella.
Pangeran : Akhirnya kita bisa bersatu, Cinderella.
Cinderella: Iya. Pangeran.
(Ratu & Raja meninggalkan arena)
Pangeran: Kita bisa memulai hidup baru tanpa ada yang menggangu. Aku . . . .mencintaimu.
Cinderella: I love you too.
Akhirnya, setelah berbagai macam kompetisi dijalani, Cinderella dapat bersatu dengan Pangeran. Mereka pun hidup bahagia selamanya . . . .
chord gitar lirik lagu do re mi
G D
(do) doakan ku harus pergi (re)relakan aku di sini
Em C
(mi) misalnya aku kan pulang (fa) fastikan kau tetap menunggu
G D
(sol) soal cinta luar biasa (la) lama-lama bisa gila
Em C
(si) siapa yang tahu pasti (do) doakan aku di sini
G D
G D
adududuh duh aku percaya
Em C
kali ini kau pasti bisa yeah
G D
kuku kutanya ada yang salah
Em C
jelas ini luar biasa
Am Em
hal yang baik tidak mudah, tak seperti kau bicara
F C
mereka mengerti ini terlalu jadi masalah
Am Em
ketika kau mulai bisa terbiasa untuk dapat
F D
menikmati hari-hari tanpaku disini
G D
(do) doakan ku harus pergi (re)relakan aku di sini
Em C
(mi) misalnya aku kan pulang (fa) fastikan kau tetap menunggu
G D
(sol) soal cinta luar biasa (la) lama-lama bisa gila
Em C
(si) siapa yang tahu pasti (do) doakan aku di sini
everybody sings it!
(do) doakan ku harus pergi (re)relakan aku di sini
Em C
(mi) misalnya aku kan pulang (fa) fastikan kau tetap menunggu
G D
(sol) soal cinta luar biasa (la) lama-lama bisa gila
Em C
(si) siapa yang tahu pasti (do) doakan aku di sini
G D
G D
adududuh duh aku percaya
Em C
kali ini kau pasti bisa yeah
G D
kuku kutanya ada yang salah
Em C
jelas ini luar biasa
Am Em
hal yang baik tidak mudah, tak seperti kau bicara
F C
mereka mengerti ini terlalu jadi masalah
Am Em
ketika kau mulai bisa terbiasa untuk dapat
F D
menikmati hari-hari tanpaku disini
G D
(do) doakan ku harus pergi (re)relakan aku di sini
Em C
(mi) misalnya aku kan pulang (fa) fastikan kau tetap menunggu
G D
(sol) soal cinta luar biasa (la) lama-lama bisa gila
Em C
(si) siapa yang tahu pasti (do) doakan aku di sini
everybody sings it!
lirik lagu do re mi
wa ga pat
do dododododo, re rerererere
mi mimimimimi, fa fafafafafa
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
(do) doakan ku harus pergi (re) relakan aku di sini
(mi) misalnya aku kan pulang (fa) fastikan kau tetap menunggu
(sol) soal cinta luar biasa (la) lama-lama bisa gila
(si) siapa yang tahu pasti (do) doakan aku di sini
adududuh duh aku percaya
kali ini kau pasti bisa yeah
kuku kutanya ada yang salah
jelas ini luar biasa
hal yang baik tidak mudah, tak seperti kau bicara
mereka mengerti ini terlalu jadi masalah
ketika kau mulai bisa terbiasa untuk dapat
menikmati hari-hari tanpaku di sini
(do) doakan ku harus pergi (re) relakan aku di sini
(mi) misalnya aku kan pulang (fa) fastikan kau tetap menunggu
(sol) soal cinta luar biasa (la) lama-lama bisa gila
(si) siapa yang tahu pasti (do) doakan aku di sini
hal yang baik tidak mudah, tak seperti kau bicara
mereka mengerti ini terlalu jadi masalah
ketika kau mulai bisa terbiasa untuk dapat
menikmati hari-hari tanpaku di sini
(do) doakan ku harus pergi (re) relakan aku di sini
(mi) misalnya aku kan pulang (fa) fastikan kau tetap menunggu
(sol) soal cinta luar biasa (la) lama-lama bisa gila
(si) siapa yang tahu pasti (do) doakan aku di sini
everybody sings it!
(do) doakan ku harus pergi (re) relakan aku di sini
(mi) misalnya aku kan pulang (fa) fastikan kau tetap menunggu
(sol) soal cinta luar biasa (la) lama-lama bisa gila
(si) siapa yang tahu pasti (do) doakan aku di sini
doakan ku harus pergi, relakan aku di sini
misalnya aku kan pulang, fafa fastikan kau yang menunggu
soal cinta luar biasa, lama-lama bisa gila
siapa yang tahu pasti, doakan aku di sini
do dododododo, re rerererere
mi mimimimimi, fa fafafafafa
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
(do) doakan ku harus pergi (re) relakan aku di sini
(mi) misalnya aku kan pulang (fa) fastikan kau tetap menunggu
(sol) soal cinta luar biasa (la) lama-lama bisa gila
(si) siapa yang tahu pasti (do) doakan aku di sini
adududuh duh aku percaya
kali ini kau pasti bisa yeah
kuku kutanya ada yang salah
jelas ini luar biasa
hal yang baik tidak mudah, tak seperti kau bicara
mereka mengerti ini terlalu jadi masalah
ketika kau mulai bisa terbiasa untuk dapat
menikmati hari-hari tanpaku di sini
(do) doakan ku harus pergi (re) relakan aku di sini
(mi) misalnya aku kan pulang (fa) fastikan kau tetap menunggu
(sol) soal cinta luar biasa (la) lama-lama bisa gila
(si) siapa yang tahu pasti (do) doakan aku di sini
hal yang baik tidak mudah, tak seperti kau bicara
mereka mengerti ini terlalu jadi masalah
ketika kau mulai bisa terbiasa untuk dapat
menikmati hari-hari tanpaku di sini
(do) doakan ku harus pergi (re) relakan aku di sini
(mi) misalnya aku kan pulang (fa) fastikan kau tetap menunggu
(sol) soal cinta luar biasa (la) lama-lama bisa gila
(si) siapa yang tahu pasti (do) doakan aku di sini
everybody sings it!
(do) doakan ku harus pergi (re) relakan aku di sini
(mi) misalnya aku kan pulang (fa) fastikan kau tetap menunggu
(sol) soal cinta luar biasa (la) lama-lama bisa gila
(si) siapa yang tahu pasti (do) doakan aku di sini
doakan ku harus pergi, relakan aku di sini
misalnya aku kan pulang, fafa fastikan kau yang menunggu
soal cinta luar biasa, lama-lama bisa gila
siapa yang tahu pasti, doakan aku di sini
pasrah akan kepergian
Merangkai kata dalam keheningan
Merangkai mimpi jadi nyata
Mencoba menjadi yang terbaik namun jarak menutupi
Langkah kaki ini?/
Terdiam dan membisu hanya bias menunggu
Terpaku dan tehenti terucap kata pasrah dalam hati
Karna dia telah pergiKini keindahan menjemu dalam hari ku
Siang tlah berganti malam
Jika malam dating membawa perih dalam hati ku
Jiwaku enggan untukmenatap hari itu
Langkah ku terhenti
Jika ku ingat hari itu
Jarang yang memisahkan membuat engkau
Tak lagi mengingat ku
Perpisahan itu tlah jadi nyata
Kau tlah memilih diah yang terbaik untuk mu?
Kini ku hanya bisa pasrah dan menyerah
Karna kau tlah memilih dia
Ku harap jalan hidup mu tak salah
Dan ku akan selalu berdo`a untuk kebahagian mu?
Selamat jalan kasih
Merangkai mimpi jadi nyata
Mencoba menjadi yang terbaik namun jarak menutupi
Langkah kaki ini?/
Terdiam dan membisu hanya bias menunggu
Terpaku dan tehenti terucap kata pasrah dalam hati
Karna dia telah pergiKini keindahan menjemu dalam hari ku
Siang tlah berganti malam
Jika malam dating membawa perih dalam hati ku
Jiwaku enggan untukmenatap hari itu
Langkah ku terhenti
Jika ku ingat hari itu
Jarang yang memisahkan membuat engkau
Tak lagi mengingat ku
Perpisahan itu tlah jadi nyata
Kau tlah memilih diah yang terbaik untuk mu?
Kini ku hanya bisa pasrah dan menyerah
Karna kau tlah memilih dia
Ku harap jalan hidup mu tak salah
Dan ku akan selalu berdo`a untuk kebahagian mu?
Selamat jalan kasih
SENJA DI PELABUHAN KECIL
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
SURAT UNTUK MAMA YANG DI SYURGA
Telah lama aku telusuri kalbu yang selama ini menutupi rasa keinginan untuk memeluk mu,
Namun..
Apa daya hasrat ini yang hnya bisa melihat walau kau tak terlihat di INDRA ku,
Bertahun lama nya aku mencari penganti sosok diri mu dalam jiwa ku,
Namun,, hanya lah sajak2 yang menjadi saksi dalam kesaksian dukaku,
Aku selalu menemui mu di kebun kebun yang indah itu,
Memandangi intelejensi mu, dan memahami makna kesunyian mu,
Setiap kunjungan ku memberikan hal yang baru dan halaman2 yang baru,
Namun Yang dapat aku fahami hnyalah setitik makna
Yang tak dapat aku kerjakan dengan tuntas,
Di balik bunga-bunga mawar itu aku hanya tersenyum melalui batu nisan mu,
“untuk mengenang kisah dan kenangan kita”Aku selalu berupaya bercerita dalam keseharian ku pada mu,
Namun kau tak terlihat untuk mendengr kan segala bahagia dan duka ku,
Aku selalu mendatangi mu dengn kisah-kisan ku yang baru,,
Namun kau hanya diam dan tak akan pernah mendengarkan saran terbaik mu,
Dan aku pun sempat membawakan MIMPIMU,
Namun,, tawa yang aku harap kan tak pernah jelas terlihat,
Aku disini menunggu, kapan kau bisa kembali, walau hnya dalam mimpi pertanda berita untuk ku,
Kau akan sellu ada dalam jiwa ku,
Karna kau takan pernah terganti,,
Setiap burung bul-bul bernyanyi,
Aku ingat semua lantunan seribu bahasa mu yang membuat ku merinding di saat aku meneteskan air mata dalam peristirahatan mu,
Namun aku tersadar,
Rangkulan tangan mu, genggaman jemari-jemari mu,,
Dan segala yang telah pernah kau beri untuk ku,,
Hanya lah sejuta kenangan yang hanya bisa ku susun rapi dalam diary hidup kita
Dan akhir nya Aku hnya bisa terdiam dan terpaku,
Bagaikan merak yang kehilangan bulu nan indah……
(Tolong jaga DIA ya SYURGA, Dan slam untuk MAMA disana,,)
Namun..
Apa daya hasrat ini yang hnya bisa melihat walau kau tak terlihat di INDRA ku,
Bertahun lama nya aku mencari penganti sosok diri mu dalam jiwa ku,
Namun,, hanya lah sajak2 yang menjadi saksi dalam kesaksian dukaku,
Aku selalu menemui mu di kebun kebun yang indah itu,
Memandangi intelejensi mu, dan memahami makna kesunyian mu,
Setiap kunjungan ku memberikan hal yang baru dan halaman2 yang baru,
Namun Yang dapat aku fahami hnyalah setitik makna
Yang tak dapat aku kerjakan dengan tuntas,
Di balik bunga-bunga mawar itu aku hanya tersenyum melalui batu nisan mu,
“untuk mengenang kisah dan kenangan kita”Aku selalu berupaya bercerita dalam keseharian ku pada mu,
Namun kau tak terlihat untuk mendengr kan segala bahagia dan duka ku,
Aku selalu mendatangi mu dengn kisah-kisan ku yang baru,,
Namun kau hanya diam dan tak akan pernah mendengarkan saran terbaik mu,
Dan aku pun sempat membawakan MIMPIMU,
Namun,, tawa yang aku harap kan tak pernah jelas terlihat,
Aku disini menunggu, kapan kau bisa kembali, walau hnya dalam mimpi pertanda berita untuk ku,
Kau akan sellu ada dalam jiwa ku,
Karna kau takan pernah terganti,,
Setiap burung bul-bul bernyanyi,
Aku ingat semua lantunan seribu bahasa mu yang membuat ku merinding di saat aku meneteskan air mata dalam peristirahatan mu,
Namun aku tersadar,
Rangkulan tangan mu, genggaman jemari-jemari mu,,
Dan segala yang telah pernah kau beri untuk ku,,
Hanya lah sejuta kenangan yang hanya bisa ku susun rapi dalam diary hidup kita
Dan akhir nya Aku hnya bisa terdiam dan terpaku,
Bagaikan merak yang kehilangan bulu nan indah……
(Tolong jaga DIA ya SYURGA, Dan slam untuk MAMA disana,,)
sajak putih
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah...
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah...
diponegoro
Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
krawang bekasi
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi
biografi adam smith
(Biografi John Adam Smith) – John Adam Smith (lahir di Kirkcaldy, Skotlandia, 5 Juni 1723 – wafat di Edinburgh, Skotlandia, 17 Juli 1790 dalam umur 67 tahun), adalah seorang filsuf berkebangsaan Skotlandia yang menjadi pelopor ilmu ekonomi modern. Karyanya yang terkenal adalah buku An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (disingkat The Wealth of Nations) adalah buku pertama yang menggambarkan sejarah perkembangan industri dan perdagangan di Eropa serta dasar-dasar perkembangan perdagangan bebas dan kapitalisme. Adam Smith adalah salah satu pelopor sistem ekonomi Kapitalisme. Sistem ekonomi ini muncul pada abad 18 di Eropa Barat dan pada abad 19 mulai terkenal disana.
Kemakmuran Negara (Wealth of Nations) dan yang lebih kecil pengaruhnya Teori Moral Sentimen, telah menjadi titik awal untuk segala pertahanan atau kritik atau bentuk kapitalisme, yang terpenting dalam tulisan Marx dan ekonomi manusia. Karena kapitalisme laissez-faire seringkali dihubungkan dengan keegoisan tak terkontrol, ada gerakan baru yang menekankan filosofi moral Smith, dengan fokus simpati kepada seseorang.
Ada beberapa kontroversi tentang keaslian Kemakmuran Negara Smith; beberapa orang menyangkal hasil kerjanya hanyalah tambahan biasa kepada kerja pemikir seperti David Hume dan Baron de Montesquieu. Dan, banyak teori-teori Smith hanya menggambarkan trend sejarah menjauh dari mercantilisme, menuju perdagangan-bebas, yang telah berkembang selama beberapa dekade, dan telah memiliki pengaruh yang nyata dalam kebijakan pemerintah. Namun begitu, buku ini mengorganisasi pemikiran-pemikiran mereka secara luas, dan tetap menjadi suatu buku yang paling berpengaruh dan penting dalam bidangya sekarang ini.
Adam Smith dikenal luas dengan teori ekonomi ‘”laissez-faire” yang mengumumkan perkumpulan di abad 18 Eropa. Smith percaya akan hak untuk mempengaruhi kemajuan ekonomi diri sendiri dengan bebas, tanpa dikendalikan oleh perkumpulan dan/atau negara. Teori ini sampai pada proto-industrialisasi di Eropa, dan mengubah mayoritas kawasan Eropa menjadi daerah perdagangan bebas, membuat kemungkinan akan adanya pengusaha. Dia juga dikenal sebagai “Bapak Ekonomi”.
Pada umur 13, Smith memasuki Universitas Glasgow, dimana dia belajar filosofi moral dibawah”si orang yang tidak boleh dilupakan” (sebagaimana Smith memanggilnya) Francis Hutcheson. Di sini, Smith mengembangkan keinginan kuatnya akan kebebasan, akal sehat, dan kebebasan berpendapat. Tahun 1740 dia dianugrahi Snell exhibition dan memasuki Kampus Balliol, Oxford, tetapi seperti William Robert Scott katakan, “Universitas Oxford dalam masanya memberikan sedikit jika bantuan manapun yang diberikan apa yang harusnya merupakan kerja seumur hidupnya,” dan dia meninggalkan universitas itu tahun 1746. Dalam Buku ke V dari The Wealth of Nations, Smith berkomentar pada instruksi kualitas rendah dan aktivitas intelektual yang berjumlah sedikit dibandingkan dengan di Skotlandia. komentarnya ditujukan pada orang-orang yang dianugerahi kekayaan dari kampus-kampus Oxford dan Cambridge, dimana membuat pemasukan dari para profesor tidak berdasarkan pada kemampuan mereka untuk menarik murid, dan pada fakta bahwa orang-orang yang menyaru sebagai men of letters bisa menikmati kehidupan lebih nyaman dari mentri di Church of England.
Kemakmuran Negara (Wealth of Nations) dan yang lebih kecil pengaruhnya Teori Moral Sentimen, telah menjadi titik awal untuk segala pertahanan atau kritik atau bentuk kapitalisme, yang terpenting dalam tulisan Marx dan ekonomi manusia. Karena kapitalisme laissez-faire seringkali dihubungkan dengan keegoisan tak terkontrol, ada gerakan baru yang menekankan filosofi moral Smith, dengan fokus simpati kepada seseorang.
Ada beberapa kontroversi tentang keaslian Kemakmuran Negara Smith; beberapa orang menyangkal hasil kerjanya hanyalah tambahan biasa kepada kerja pemikir seperti David Hume dan Baron de Montesquieu. Dan, banyak teori-teori Smith hanya menggambarkan trend sejarah menjauh dari mercantilisme, menuju perdagangan-bebas, yang telah berkembang selama beberapa dekade, dan telah memiliki pengaruh yang nyata dalam kebijakan pemerintah. Namun begitu, buku ini mengorganisasi pemikiran-pemikiran mereka secara luas, dan tetap menjadi suatu buku yang paling berpengaruh dan penting dalam bidangya sekarang ini.
Adam Smith dikenal luas dengan teori ekonomi ‘”laissez-faire” yang mengumumkan perkumpulan di abad 18 Eropa. Smith percaya akan hak untuk mempengaruhi kemajuan ekonomi diri sendiri dengan bebas, tanpa dikendalikan oleh perkumpulan dan/atau negara. Teori ini sampai pada proto-industrialisasi di Eropa, dan mengubah mayoritas kawasan Eropa menjadi daerah perdagangan bebas, membuat kemungkinan akan adanya pengusaha. Dia juga dikenal sebagai “Bapak Ekonomi”.
Pada umur 13, Smith memasuki Universitas Glasgow, dimana dia belajar filosofi moral dibawah”si orang yang tidak boleh dilupakan” (sebagaimana Smith memanggilnya) Francis Hutcheson. Di sini, Smith mengembangkan keinginan kuatnya akan kebebasan, akal sehat, dan kebebasan berpendapat. Tahun 1740 dia dianugrahi Snell exhibition dan memasuki Kampus Balliol, Oxford, tetapi seperti William Robert Scott katakan, “Universitas Oxford dalam masanya memberikan sedikit jika bantuan manapun yang diberikan apa yang harusnya merupakan kerja seumur hidupnya,” dan dia meninggalkan universitas itu tahun 1746. Dalam Buku ke V dari The Wealth of Nations, Smith berkomentar pada instruksi kualitas rendah dan aktivitas intelektual yang berjumlah sedikit dibandingkan dengan di Skotlandia. komentarnya ditujukan pada orang-orang yang dianugerahi kekayaan dari kampus-kampus Oxford dan Cambridge, dimana membuat pemasukan dari para profesor tidak berdasarkan pada kemampuan mereka untuk menarik murid, dan pada fakta bahwa orang-orang yang menyaru sebagai men of letters bisa menikmati kehidupan lebih nyaman dari mentri di Church of England.
pengalaman seram masa kecil
Dulu banget waktu gw masih umur 5 tahun, gw pernah diajak pergi ke rumah Mertua tante gw yang ada di Malang. Waktu itu gw pergi sama bokap nyokap gw dan kakak laki-laki gw. Pas uda nyampe di sana ternyata gw ketemu sama 2 saudara sepupu gw. Waktu itu gw nyampe di Malang Malem. Rumahnya Mertua tante gw ini 2 lantai dan cukup luas. Di lantai satu ada 4 kamar, yang dua kamar dipake, dua kamar lagi ga dipake. Lantai dua ada 2 kamar dan 1 ruangan yang agak besar, tapi ga ada pintunya dan itu dipake buat gudang. Waktu itu gw sekeluarga tidur sekamar di lantai 1. 1 kamar lagi dipake sama sepupu gw yang 2 orang itu. Begitu sampe gw langsung tidur.
Paginya gw bangun ternyata bokap nyokap gw plus semua tante dan saudara2 gw yang laen pada pergi. Jadi di rumah saat itu ada 5 orang: Gw, kakak gw, 2 orang sepupu gw, sama pembantu dalem. Kakak dan sepupu gw maunya main bertiga, gw ga diajak. Mereka asik maen di lantai satu. Karena gw kesel, jadi gw maen aja sendiri ke lantai 2. Waktu gw naek ke lantai 2, dua kamar terkunci pintunya. Akhirnya gw iseng2 jalan ke gudang. Pemandangan di gudang pun ga aneh, sama kaya gudang2 pada umumnya, berantakan! Sampai akhirnya gw dikejutkan dengan suatu penglihatan.
Waktu itu dipojok gudang gw ngeliat kaya ada baju yang lagi digantung dengan manikin, tapi ngebelakangin gw posisinya, jadi yang keliatan bagian punggungnya. Bajunya aneh mirip kaya gaun yang biasa dipake sama noni Belanda jaman penjajahan. Waktu gw jalan sedikit lebih mendekat, anehnya kok itu bergerak dan gerakannya kaya menoleh, muterin kepala ke belakang mau ngeliat ke arah gw pelan2. Waktu itu sebenernya gw udah takut banget, mau kabur tapi kaki kaya ketahan. Waktu gw perhatiin lebih jelas lagi ternyata itu bukan manikin, tapi emang orang yang lagi make baju itu. Karena waktu itu gw takut, langsung aja gw lari turun ke bawah, nyamperin sepupu sama kakak gw yang lagi maen bertiga.
Pas gw samperin dan baru mau gw ceritain, eh mereka kabur langsung ninggalin gw sambil bilang kalau gw ngeganggu. Serentak mereka semua naek ke atas dan gw ditinggal di bawah. Akhirnya, gw ikut naek lagi ke atas dan ngeliat sepupu sama kakak gw lagi pada asik maen di depan gudang itu dan di pojok dalem gudang pun masih ada sosok itu dengan posisi ngebelakangin gw. Gw coba ngasih tahu ke mereka kalau di pojok gudang ada orang aneh, tapi anehnya sepupu dan kakak gw ga ngeliat orang itu. Akhirnya karena sepupu dan kaka gw bilang begitu gw jadi berpikir kalau tadi mungkin cuma halusinasi gw. Setelah itu lagi2 gw minta ikutan main sama mereka, akhirnya karena mungkin mereka uda bete direngekin sama gw terus, diajak juga tuh gw main bareng mereka. Trus mereka bilang "Tapi kalau mau ikut maen, kita maen petak umpet, ya". Gw nurut aja dan brengseknya gw jadi yang jaga pertama kali!
Ywda gw akhirnya jaga sambil nutup mata dan ngitung sampe 10, pas gw buka mata sialnya gw ditinggal sendirian dan saat itu lagi2 mata gw tertuju ke sosok yang ada di pojok ruangan. Karena bener2 penasaran waktu itu, akhirnya gw beraniin diri buat ngeliat lagi tapi ga ngedeket, dan ternyata yang gw liat itu emang terlihat seperti manusia, kali ini malah dengan jelas gw ngeliat sosoknya perempuan, dan bukan perempuan lokal. Kemudian tiba2 tuh perempuan nengok lagi perlahan ke arah gw.
Yang bikin gw kaget lagi, tiba2 dia ngegerakin tangannya kaya gerakan tangannya ke arah gw seperti gerakan memanggil. Waktu itu gw baru sadar kalau ini kayanya bukan orang, tapi entah kenapa gw ga bisa kabur. Pas dia manggil gw lewat gerakan tangan, anehnya pun malah gw samperin sampe gw bisa ngeliat dengan jelas wajahnya kalau ternyata dia GA PUNYA MUKA, POLOS berwarna hitam. Mau teriak pun ga bisa, mulut kaya ketahan. Sampe akhirnya berapa lama ngeliat pemandangan itu gw baru bisa kabur sambil teriak2.
Paginya gw bangun ternyata bokap nyokap gw plus semua tante dan saudara2 gw yang laen pada pergi. Jadi di rumah saat itu ada 5 orang: Gw, kakak gw, 2 orang sepupu gw, sama pembantu dalem. Kakak dan sepupu gw maunya main bertiga, gw ga diajak. Mereka asik maen di lantai satu. Karena gw kesel, jadi gw maen aja sendiri ke lantai 2. Waktu gw naek ke lantai 2, dua kamar terkunci pintunya. Akhirnya gw iseng2 jalan ke gudang. Pemandangan di gudang pun ga aneh, sama kaya gudang2 pada umumnya, berantakan! Sampai akhirnya gw dikejutkan dengan suatu penglihatan.
Waktu itu dipojok gudang gw ngeliat kaya ada baju yang lagi digantung dengan manikin, tapi ngebelakangin gw posisinya, jadi yang keliatan bagian punggungnya. Bajunya aneh mirip kaya gaun yang biasa dipake sama noni Belanda jaman penjajahan. Waktu gw jalan sedikit lebih mendekat, anehnya kok itu bergerak dan gerakannya kaya menoleh, muterin kepala ke belakang mau ngeliat ke arah gw pelan2. Waktu itu sebenernya gw udah takut banget, mau kabur tapi kaki kaya ketahan. Waktu gw perhatiin lebih jelas lagi ternyata itu bukan manikin, tapi emang orang yang lagi make baju itu. Karena waktu itu gw takut, langsung aja gw lari turun ke bawah, nyamperin sepupu sama kakak gw yang lagi maen bertiga.
Pas gw samperin dan baru mau gw ceritain, eh mereka kabur langsung ninggalin gw sambil bilang kalau gw ngeganggu. Serentak mereka semua naek ke atas dan gw ditinggal di bawah. Akhirnya, gw ikut naek lagi ke atas dan ngeliat sepupu sama kakak gw lagi pada asik maen di depan gudang itu dan di pojok dalem gudang pun masih ada sosok itu dengan posisi ngebelakangin gw. Gw coba ngasih tahu ke mereka kalau di pojok gudang ada orang aneh, tapi anehnya sepupu dan kakak gw ga ngeliat orang itu. Akhirnya karena sepupu dan kaka gw bilang begitu gw jadi berpikir kalau tadi mungkin cuma halusinasi gw. Setelah itu lagi2 gw minta ikutan main sama mereka, akhirnya karena mungkin mereka uda bete direngekin sama gw terus, diajak juga tuh gw main bareng mereka. Trus mereka bilang "Tapi kalau mau ikut maen, kita maen petak umpet, ya". Gw nurut aja dan brengseknya gw jadi yang jaga pertama kali!
Ywda gw akhirnya jaga sambil nutup mata dan ngitung sampe 10, pas gw buka mata sialnya gw ditinggal sendirian dan saat itu lagi2 mata gw tertuju ke sosok yang ada di pojok ruangan. Karena bener2 penasaran waktu itu, akhirnya gw beraniin diri buat ngeliat lagi tapi ga ngedeket, dan ternyata yang gw liat itu emang terlihat seperti manusia, kali ini malah dengan jelas gw ngeliat sosoknya perempuan, dan bukan perempuan lokal. Kemudian tiba2 tuh perempuan nengok lagi perlahan ke arah gw.
Yang bikin gw kaget lagi, tiba2 dia ngegerakin tangannya kaya gerakan tangannya ke arah gw seperti gerakan memanggil. Waktu itu gw baru sadar kalau ini kayanya bukan orang, tapi entah kenapa gw ga bisa kabur. Pas dia manggil gw lewat gerakan tangan, anehnya pun malah gw samperin sampe gw bisa ngeliat dengan jelas wajahnya kalau ternyata dia GA PUNYA MUKA, POLOS berwarna hitam. Mau teriak pun ga bisa, mulut kaya ketahan. Sampe akhirnya berapa lama ngeliat pemandangan itu gw baru bisa kabur sambil teriak2.
dikunjungi kuntilanak
Cerita nya sudah lama terjadi, waktu saya kelas 6 SD dulu. Waktu itu saya sedang menginap di rumah bude saya sama misan saya sebut saja namanya si Sansan. Saat itu jam menunjukkan sekitar jam 1 atau 2-an (udah lupa).
Gak ada angin gak ada ujan, tiba-tiba aja gorden dan jendela di sebelah Sansan terbuka. Spontan saya dan Sansan kaget, bulu kuduk saya berdiri semua, rasanya dingin dan ada bau kembang tujuh rupa. Saya dan misan saya saling dorong-dorongan nyuruh nutup gorden itu (wajar umur masih kecil gitu). Akhirnya dia ngalah, maklumlah Sansan lebih besar, jadinya si sansan yang nutup.
Habis itu, saya ama si Sansan merasa ada yang memperhatikan gitu. Kemudian saya merasa ada yang membuka pintu kamar. Saya coba intip dari balik selimut, taunya ada tante kunti lagi ngeliat ke arah saya. Astaga... pikiran saya langsung kemana (?_?), mungkin pas itu saya mati gaya deh.
Kemudian saya dan Sansan baca doa, tapi mulut saya cuma komat-kamit aja. Saya ngerasain tu Kunti semakin dekat, tambah takut bukan kepalang saya (si Sansan sampe mau nangis malah). Akhirnya saya baca "Allahhuakbar" keras-keras dan baca doa An-nas, eh ilang tu hantu. Allhamdulillah terimakasih ya Allah.
Kemudian saya dan Sansan lari keluar kamar (keadaannya gelap), lari ke kamar bude saya. Saya gedor-gedor tu pintu kamar, bude saya keluar sambil marah-marah. Yah saya gak urusin, saya langsung lari masuk kamarnya. Saya gak tau kapan saya tertidur.
Paginya si Sansan langsung demam gitu, tapi kok saya nya gak ya? Tapi syukur aja deh Tuhan masih melindungi kita berdua. Saya tanya sama tante saya tentang kamar tersebut, katanya sih kamar itu sudah ada dari masa Belanda dulu (saya nyengir aja). Saya kapok deh nginep di sana lagi.
Tapi saya dapat pelajaran, kalo kita berani maka hantu itu bakal takut gangguin kita, sebaliknya kalo kita takut maka hantu itu malah berani gangguin kita.
Gak ada angin gak ada ujan, tiba-tiba aja gorden dan jendela di sebelah Sansan terbuka. Spontan saya dan Sansan kaget, bulu kuduk saya berdiri semua, rasanya dingin dan ada bau kembang tujuh rupa. Saya dan misan saya saling dorong-dorongan nyuruh nutup gorden itu (wajar umur masih kecil gitu). Akhirnya dia ngalah, maklumlah Sansan lebih besar, jadinya si sansan yang nutup.
Habis itu, saya ama si Sansan merasa ada yang memperhatikan gitu. Kemudian saya merasa ada yang membuka pintu kamar. Saya coba intip dari balik selimut, taunya ada tante kunti lagi ngeliat ke arah saya. Astaga... pikiran saya langsung kemana (?_?), mungkin pas itu saya mati gaya deh.
Kemudian saya dan Sansan baca doa, tapi mulut saya cuma komat-kamit aja. Saya ngerasain tu Kunti semakin dekat, tambah takut bukan kepalang saya (si Sansan sampe mau nangis malah). Akhirnya saya baca "Allahhuakbar" keras-keras dan baca doa An-nas, eh ilang tu hantu. Allhamdulillah terimakasih ya Allah.
Kemudian saya dan Sansan lari keluar kamar (keadaannya gelap), lari ke kamar bude saya. Saya gedor-gedor tu pintu kamar, bude saya keluar sambil marah-marah. Yah saya gak urusin, saya langsung lari masuk kamarnya. Saya gak tau kapan saya tertidur.
Paginya si Sansan langsung demam gitu, tapi kok saya nya gak ya? Tapi syukur aja deh Tuhan masih melindungi kita berdua. Saya tanya sama tante saya tentang kamar tersebut, katanya sih kamar itu sudah ada dari masa Belanda dulu (saya nyengir aja). Saya kapok deh nginep di sana lagi.
Tapi saya dapat pelajaran, kalo kita berani maka hantu itu bakal takut gangguin kita, sebaliknya kalo kita takut maka hantu itu malah berani gangguin kita.
cerita putri salju
Suatu waktu di pertengahan musim dingin, ketika kepingan salju jatuh seperti bulu dari langit, seorang ratu yang cantik duduk menjahit di jendela, yang memiliki kerangka kayu hitam hitam. Sambil menjahit, dia menatap salju dan jarinya tertusuk dengan jarum nya. Tiga tetes darah jatuh ke salju. Merah di atas putih tampak begitu cantik, lalu ia berpikir, “Kalau saja aku punya anak putih seperti salju, semerah darah dan sehitam bingkai ini” Tak lama kemudian. Ia memiliki seorang putri kecil yang seputih salju, semerah darah, dan hitam seperti kayu hitam, dan karena itu mereka memanggilnya Putri Salju.
Sekarang ratu adalah wanita tercantik di seluruh negeri, dan sangat bangga dengan kecantikannya. Dia memiliki cermin, yang dia berdiri di depan setiap pagi, dan bertanya:
Cermin, cermin, di dinding,
Siapa di negeri ini paling cantik?
Dan cermin selalu berkata:
Anda, ratu saya, yang paling cantik.
Dan kemudian ia tahu dengan pasti bahwa tidak ada seorang pun di dunia itu lebih cantik daripada dia.
Sekarang Putri Salju sudah besar, dan ketika ia berusia tujuh tahun, dia sangat cantik, bahkan ia melampaui kecantikan ratu sendiri. Sekarang ketika ratu bertanya pada cermin:
Cermin, cermin, di dinding,
Siapa di negeri ini paling cantik?
Cermin itu berkata:
Anda, ratu saya, adalah wajar; itu benar.
Tapi Putri Salju masih
Seribu kali lebih cantik dari Anda.
Ketika ratu mendengar cermin berkata demikian, ia menjadi pucat dengan iri hati, dan sejak saat itu, ia membenci Putri Salju. Setiap kali dia memandang Putri Salju, dia berpikir bahwa Putri Salju yang harus disalahkan bahwa ia bukan lagi wanita paling cantik di dunia. Hal itu membuat hatinya bergemuruh. cemburu nya membuatnya gelisah. Akhirnya dia memanggil pemburu dan berkata kepadanya, “Bawa-Putih Salju ke hutan ke tempat terpencil, dan menikamnya sampai mati. Sebagai bukti bahwa dia sudah mati bawa paru-paru dan hatinya kembali padaku. Saya akan memasaknya dengan garam dan memakannya. ”
Pemburu mengajak Putri Salju ke hutan. Ketika ia mengambil pisau berburu untuk menusuk, ia mulai menangis, dan memohon sungguh-sungguh agar pemburu itu tidak membunuhnya, dan berjanji untuk melarikan diri ke hutan dan tidak pernah kembali. Pemburu merasa kasihan padanya karena dia sangat cantik, dan ia berpikir, “Binatang-binatang liar akan segera memakannya jika dia masuk hutan. Aku senang bahwa aku tidak perlu membunuhnya “Tepat pada saat itu. Seekor babi hutan muda melintas. Pemburu itu membunuh babi hutan itu, memotong paru-paru dan hati, dan membawa nya kepada ke ratu sebagai bukti kematian Putri Salju. Ratu memasak nya dengan garam dan memakannya, mengira bahwa ia telah makan paru-paru dan hati Putri Salju.
Putri Salju sekarang sendirian di hutan besar. Dia sangat takut, dan mulai berlari. Dia berlari atas batu-batu tajam dan melalui duri sepanjang hari. Akhirnya, saat matahari hampir terbenam, ia datang ke sebuah rumah kecil. Rumah ini milik tujuh kurcaci. Mereka bekerja di tambang, dan tidak di rumah. Putri Salju masuk ke dalam dan menemukan segala sesuatu lebih kecil, tapi rapi dan teratur. Ada meja kecil dengan tujuh piring kecil, tujuh sendok kecil, tujuh pisau kecil dan garpu, tujuh cangkir kecil, dan di dinding ada tujuh tempat tidur kecil, semua yang baru saja dibuat.
Putri Salju lapar dan haus, jadi dia makan sayuran sedikit dan sedikit roti dari setiap piring kecil, dan dari setiap gelas kecil dia minum setetes anggur. Karena ia begitu lelah, dia ingin berbaring dan tidur. Dia mencoba masing-masing dari tujuh tempat tidur kecil, satu demi satu, tetapi tidak merasa nyaman sampai ia tiba di tempat tidur ke tujuh, dan dia berbaring di atasnya dan jatuh tertidur.
Ketika malam datang, tujuh kurcaci pulang dari kerja. Mereka menyalakan tujuh lilin kecil mereka , dan melihat bahwa seseorang telah berada di rumah mereka.
Yang pertama berkata, “Siapa yang telah menduduk di kursi saya?”
Yang kedua, “Siapa yang telah makan dari piring saya?”
Yang ketiga, “Siapa yang telah makan roti saya?”
Yang keempat, “Siapa yang telah makan sayuran saya?”
Yang kelima, “Siapa yang telah menempel dengan garpu saya?”
Yang keenam, “Siapa telah memotong dengan pisau saya?”
Yang ketujuh, “Siapa yang telah minum dari cangkir saya?”
Kemudian yang pertama berkata, “Siapa melangkah di tempat tidur saya?”
Yang kedua, “Dan seseorang telah berbaring di tempat tidurku.”
Dan seterusnya sampai yang ketujuh, dan ketika ia melihat tempat tidurnya, ia menemukan Putri Salju terbaring di sana, sedang tidur. Tujuh kerdil semua berlari, dan mereka berseru dengan takjub. Mereka mengambil tujuh lilin mereka dan menatap Putri Salju. “Demi Tuhan! Demi Tuhan! “Mereka berteriak. “Dia begitu cantik” Mereka sangat menyukai dia!. Mereka tidak membangunkannya, tapi membiarkan dia berbaring di tempat tidur. Kurcaci ketujuh harus tidur dengan teman-temannya, satu jam dengan masing-masing, dan begitulah yang mereka lakukan malam itu.
Ketika Putri Salju terbangun, mereka menanyakan siapa dia dan bagaimana dia telah menemukan jalan ke rumah mereka. Putri Salju bercerita bagaimana ibunya telah mencoba membunuhnya, bagaimana pemburu membiarkannya hidup, bagaimana ia menjalankan seluruh hari, akhirnya datang ke rumah mereka. Para kurcaci merasa kasihan dan berkata, “Jika Anda akan tetap rumah kami, dan memasak, menjahit, membuat tempat tidur, mencuci, dan merajut, dan terus semuanya bersih dan teratur, maka Anda bisa tinggal di sini, dan Anda akan memiliki segala sesuatu yang Anda inginkan. Kami pulang ke rumah di malam hari, dan makan malam harus siap waktu itu,sebab kami menghabiskan siang hari untuk menggali emas di tambang. Anda akan sendirian saat itu. Waspadalah terhadap ratu, dan jangan biarkan siapa pun masuk ”
Ratu berpikir bahwa ia lagi wanita paling cantik di negeri itu, dan keesokan harinya ia melangkah di depan cermin dan bertanya:
Cermin, cermin, di dinding,
Siapa di negeri ini paling cantik?
Cermin jawab sekali lagi:
Anda, ratu saya, memang cantik; itu benar.
Tapi Putri Salju di atas tujuh gunung
Adalah seribu kali lebih cantik dari Anda.
Ini mengejutkan ratu mendengar ini, dan ia tahu bahwa ia telah ditipu, bahwa pemburu itu tidak membunuh Putri Salju. Karena hanya tujuh kurcaci yang tinggal di tujuh gunung, dia langsung tahu bahwa mereka telah menyelamatkannya Putri Salju. Dia mulai merencanakan segera bagaimana dia akan membunuh Putri Salju, karena ia tidak akan tenang sampai cermin sekali lagi mengatakan bahwa dia adalah wanita paling cantik di negeri itu. Akhirnya ia memikirkan sesuatu untuk dilakukan. Dia menyamar sebagai seorang wanita penjual tua dan menghias wajahnya, sehingga tak seorang pun mengenalinya, dan pergi ke rumah kurcaci itu. Mengetuk pintu ia berteriak, “Buka. Bukalah. Aku wanita tua dengan penjual barang-barang bagus untuk dijual. ”
Putri Salju mengintip keluar jendela, “Apa yang Anda miliki?”
“Korset tali, Nak,” kata perempuan tua, dan ditunjukkannya satu. Itu dijalin dari sutra kuning, merah, dan biru. “Apakah Anda suka ini?”
“Oh, ya,” kata Putri Salju, berpikir, “aku dapat membiarkan wanita tua masuk Dia bermaksud baik” Dia membuka kunci pintu dan tawar-menawar untuk tali korset..
“Anda tidak memasangnya dengan benar,” kata wanita tua. “Kemarilah, aku akan melakukannya dengan lebih baik” katanya sambil berdiri di depan Putri Salju, dan dia memegang tali dan menariknya begitu ketat sehingga Putri Salju tidak bisa bernapas, dan Putri Salju terjatuh seolah-olah ia sudah mati. Kemudian perempuan tua itu puas, dan dia pergi.
Malam segera datang, dan tujuh kurcaci pulang ke rumah. Mereka ngeri ketika menemukan Putri Salju yang mereka sayang tergeletak di tanah seolah-olah dia sudah mati. Mereka mengangkatnya dan melihat bahwa Putri Salju mengikat tali terlalu erat. Mereka memotong tali korset menjadi dua, dan kemudian Putri Salju bisa bernapas, dan ia hidup kembali. “Pasti ratu yang mencoba membunuh Anda,” kata mereka. “Hati-hati dan jangan biarkan orang lain lagi.”
Ratu bertanya cermin:
Cermin, cermin, di dinding,
Siapa di negeri ini paling cantik?
Cermin jawab sekali lagi:
Anda, ratu saya, memang cantik; itu benar.
Tapi Putri Salju dengan tujuh kurcaci
Adalah seribu kali lebih cantik dari Anda.
Dia begitu terkejut sampai sluruh darahnya semua lari ke hatinya, karena ia tahu bahwa Putih Salju hidup lagi. Kemudian selama satu hari dan malam ia merencanakan bagaimana dia bisa menangkapnya. Dia membuat sisir beracun, menyamar dirinya secara berbeda, dan keluar lagi. Dia mengetuk pintu, tapi Putri Salju berseru, “Aku tidak diperbolehkan untuk membiarkan siapa pun masuk”
Lalu dia mengeluarkan sisir, dan ketika Putri Salju melihat melalui jendela, dan melihat bahwa wanita itu orang asing, ia membuka pintu, dan membeli sisir dari tangannya. “Ayo, biarkan aku menyisir rambut Anda,” kata wanita penjual. Dia baru saja menempel ke sisir rambut Putri Salju, sehingga membuat gadis itu jatuh dan mati. “Itu akan membuat Anda terbaring di sana,” kata ratu. Dan ia pulang dengan hati ringan.
Para kurcaci pulang tepat pada waktunya. Mereka melihat apa yang telah terjadi dan menarik sisir beracun dari rambutnya. Putri Salju membuka matanya dan hidup kembali. Dia berjanji pada kurcacil untuk tidak membiarkan siapa pun di lagi.
Ratu melangkah menuju cermin:
Cermin, cermin, di dinding,
Siapa di negeri ini paling cantik?
Cermin menjawab:
Anda, ratu saya, memang cantik; itu benar.
Tapi Putri Salju dengan tujuh kurcaci
Adalah seribu kali lebih cantik dari Anda.
Ketika ratu mendengar ini, ia bergoncang dan gemetar karena marah, “Putri Salju akan mati, walaupun imbalannya adalah nyawa saya!” Lalu ia masuk ke kamarnya paling rahasia – tidak ada orang lain yang diizinkan di dalam – dan ia membuat racun, appel beracun. Dari luar merah dan indah, dan siapa pun yang melihat hal itu akan menginginkannya. Lalu ia menyamar sebagai seorang perempuan petani, pergi ke ke rumah kurcaci dan mengetuk pintu.
Putri Salju mengintip dan berkata, “Aku tidak diizinkan untuk membiarkan siapa pun masuk kurcaci telah melarang dengan keras.”
“Jika Anda tidak ingin, aku tak bisa memaksa Anda,” kata wanita petani. “Saya menjual apel ini, dan aku akan memberimu satu contoh.”
“Tidak, aku tidak dapat menerima apa-apa. Para kurcaci tidak mengizinkan. ”
“Jika Anda takut, maka aku akan memotong apel menjadi dua dan makan setengahnya. Ini, Anda makan setengah yang kemerahan. Apel itu dibuat begitu berseni dan hanya setengah yang beracun. Ketika Putri Salju melihat bahwa wanita petani itu makan separuh bagian dari apel itu, keinginan untuk mencicipi semakin kuat, sehingga ia akhirnya membiarkan tangan perempuan itu memberikan apel yang setengah lainnya melalui jendela. Dia menggigit, tapi tidak sampi habis dia sudah jatuh ke tanah dan mati.
Ratu senang, pulang, dan bertanya cermin:
Cermin, cermin, di dinding,
Siapa di negeri ini paling cantik?
Dan itu menjawab:
Anda, ratu saya, yang paling cantik.
“Sekarang saya akan memiliki kedamaian,” katanya, “karena sekali lagi aku wanita paling cantik di negeri itu. Putri Salju akan tetap mati kali ini. ”
Malam itu para kurcaci pulang dari tambang. Putri Salju tergeletak di lantai, dan dia sudah mati. Mereka mengendurkan tali dan melihat di rambutnya untuk sesuatu yang beracun, tapi tidak ada yang membantu. Mereka tidak bisa menghidupakn kembali. Mereka membaringkannya di atas usungan jenazah, dan semua bertujuh duduk di sampingnya dan menangis dan menangis selama tiga hari. Mereka akan menguburkan dia, tapi mereka melihat bahwa dia tetap segar. Dia tidak terlihat seperti orang mati, dan dia masih memiliki pipi merah cantik. Mereka mmembuat peti kaca yang untuk Putri Salju, dan meletakkan di dalamnya, sehingga dia bisa dilihat dengan mudah. Mereka menulis nama dan keturunan di atas itu dalam huruf-huruf emas, dan salah satu dari mereka selalu tinggal di rumah dan terus mengawasinya.
Putri Salju berbaring di peti mati waktu yang sangat lama, dan dia tidak membusuk. Dia masih putih seperti salju dan merah seperti darah, dan jika ia telah bisa membuka matanya, mereka masih akan hitam seperti kayu hitam. Dia berbaring di sana seolah-olah ia sedang tidur.
Suatu hari seorang pangeran muda datang ke rumah kurcaci dan ingin tempat bermalam. Ketika dia masuk ke ruang tamu mereka dan melihat-Putri Salju terbaring di peti mati kaca, begitu cantik diterangi oleh tujuh lilin kecil, ia tidak bisa mendapatkan cukup kecantikannya. Dia membaca tulisan emas dan melihat bahwa ia adalah putri raja. Dia meminta kerdil untuk menjual peti mati ddengna Putri Mati didalamnya itu, tetapi para kurcaci tidak akan melakukan itu untuk sejumlah emas. Kemudian ia meminta mereka untuk memberikan kepadanya, karena dia tidak bisa hidup tanpa bisa melihatnya, dan menghormatinya sebagai hal yang paling dihargai di bumi. Kemudian kurcaci kasihan kepada Pangerna itu dan memberikan peti mati berisi Putri Salju itu.
Pangeran itu itu membawa peti mati ke istanya, dan ditempatkan di sebuah ruangan di mana ia duduk dengan itu sepanjang hari, tidak pernah melepaskan matanya dari Putri Salju. Setiap kali dia harus pergi keluar dan tidak bisa melihat Putri Salju, ia menjadi sedih. Dan ia tidak bisa makan menggigit, kecuali peti mati itu berdiri di sampingnya. Pegawai istana yang selalu harus membawa peti mati ke sana kemari menjadi marah tentang hal ini. Suatu kali salah satu dari mereka membuka peti mati, mengangkat tegak Putri Salju, dan berkata, “Kami terganggu sepanjang hari, hanya karena seorang gadis yang mati,” dan ia memukul punggung dengan tangan. Kemudian potongan apel yang mengerikan yang digigitnya lepas keluar dari tenggorokannya, dan Putri Salju hidup kembali.
Dia berjalan menemui pangeran, yang berada di samping dirinya dengan sukacita untuk melihat Putri Salju tercinta hidup. Mereka duduk bersama di meja dan makan dengan sukacita.
Pernikahan mereka ditetapkan untuk hari berikutnya, dan ibu Putri Salju yang jahat diundang juga. Pagi itu ia melangkah di depan cermin dan berkata:
Cermin, cermin, di dinding,
Siapa di negeri ini paling cantik?
Cermin menjawab:
Anda, ratu saya, memang cantik; itu benar.
Tapi ratu muda
Adalah seribu kali lebih cantik dari Anda.
Dia merasa ngeri mendengar ini, dan disusul dengan rasa takut bahwa dia tidak bisa berkata apa-apa. Namun, rasa cemburunya mengantarnya pergi ke pesta pernikahan itu dan melihat ratu muda. Ketika dia tiba dia melihat ratu muda adalah Putri Salju. Kemudian prajurit meletakkan sepasang sepatu besi ke dalam api sampai membara, dan menyuruh Ratu jahat memakainya untuk menari. Kakinya sangat terbakar, dan dia tidak bisa berhenti sampai dia menari sendiri sampai mati.
Sekarang ratu adalah wanita tercantik di seluruh negeri, dan sangat bangga dengan kecantikannya. Dia memiliki cermin, yang dia berdiri di depan setiap pagi, dan bertanya:
Cermin, cermin, di dinding,
Siapa di negeri ini paling cantik?
Dan cermin selalu berkata:
Anda, ratu saya, yang paling cantik.
Dan kemudian ia tahu dengan pasti bahwa tidak ada seorang pun di dunia itu lebih cantik daripada dia.
Sekarang Putri Salju sudah besar, dan ketika ia berusia tujuh tahun, dia sangat cantik, bahkan ia melampaui kecantikan ratu sendiri. Sekarang ketika ratu bertanya pada cermin:
Cermin, cermin, di dinding,
Siapa di negeri ini paling cantik?
Cermin itu berkata:
Anda, ratu saya, adalah wajar; itu benar.
Tapi Putri Salju masih
Seribu kali lebih cantik dari Anda.
Ketika ratu mendengar cermin berkata demikian, ia menjadi pucat dengan iri hati, dan sejak saat itu, ia membenci Putri Salju. Setiap kali dia memandang Putri Salju, dia berpikir bahwa Putri Salju yang harus disalahkan bahwa ia bukan lagi wanita paling cantik di dunia. Hal itu membuat hatinya bergemuruh. cemburu nya membuatnya gelisah. Akhirnya dia memanggil pemburu dan berkata kepadanya, “Bawa-Putih Salju ke hutan ke tempat terpencil, dan menikamnya sampai mati. Sebagai bukti bahwa dia sudah mati bawa paru-paru dan hatinya kembali padaku. Saya akan memasaknya dengan garam dan memakannya. ”
Pemburu mengajak Putri Salju ke hutan. Ketika ia mengambil pisau berburu untuk menusuk, ia mulai menangis, dan memohon sungguh-sungguh agar pemburu itu tidak membunuhnya, dan berjanji untuk melarikan diri ke hutan dan tidak pernah kembali. Pemburu merasa kasihan padanya karena dia sangat cantik, dan ia berpikir, “Binatang-binatang liar akan segera memakannya jika dia masuk hutan. Aku senang bahwa aku tidak perlu membunuhnya “Tepat pada saat itu. Seekor babi hutan muda melintas. Pemburu itu membunuh babi hutan itu, memotong paru-paru dan hati, dan membawa nya kepada ke ratu sebagai bukti kematian Putri Salju. Ratu memasak nya dengan garam dan memakannya, mengira bahwa ia telah makan paru-paru dan hati Putri Salju.
Putri Salju sekarang sendirian di hutan besar. Dia sangat takut, dan mulai berlari. Dia berlari atas batu-batu tajam dan melalui duri sepanjang hari. Akhirnya, saat matahari hampir terbenam, ia datang ke sebuah rumah kecil. Rumah ini milik tujuh kurcaci. Mereka bekerja di tambang, dan tidak di rumah. Putri Salju masuk ke dalam dan menemukan segala sesuatu lebih kecil, tapi rapi dan teratur. Ada meja kecil dengan tujuh piring kecil, tujuh sendok kecil, tujuh pisau kecil dan garpu, tujuh cangkir kecil, dan di dinding ada tujuh tempat tidur kecil, semua yang baru saja dibuat.
Putri Salju lapar dan haus, jadi dia makan sayuran sedikit dan sedikit roti dari setiap piring kecil, dan dari setiap gelas kecil dia minum setetes anggur. Karena ia begitu lelah, dia ingin berbaring dan tidur. Dia mencoba masing-masing dari tujuh tempat tidur kecil, satu demi satu, tetapi tidak merasa nyaman sampai ia tiba di tempat tidur ke tujuh, dan dia berbaring di atasnya dan jatuh tertidur.
Ketika malam datang, tujuh kurcaci pulang dari kerja. Mereka menyalakan tujuh lilin kecil mereka , dan melihat bahwa seseorang telah berada di rumah mereka.
Yang pertama berkata, “Siapa yang telah menduduk di kursi saya?”
Yang kedua, “Siapa yang telah makan dari piring saya?”
Yang ketiga, “Siapa yang telah makan roti saya?”
Yang keempat, “Siapa yang telah makan sayuran saya?”
Yang kelima, “Siapa yang telah menempel dengan garpu saya?”
Yang keenam, “Siapa telah memotong dengan pisau saya?”
Yang ketujuh, “Siapa yang telah minum dari cangkir saya?”
Kemudian yang pertama berkata, “Siapa melangkah di tempat tidur saya?”
Yang kedua, “Dan seseorang telah berbaring di tempat tidurku.”
Dan seterusnya sampai yang ketujuh, dan ketika ia melihat tempat tidurnya, ia menemukan Putri Salju terbaring di sana, sedang tidur. Tujuh kerdil semua berlari, dan mereka berseru dengan takjub. Mereka mengambil tujuh lilin mereka dan menatap Putri Salju. “Demi Tuhan! Demi Tuhan! “Mereka berteriak. “Dia begitu cantik” Mereka sangat menyukai dia!. Mereka tidak membangunkannya, tapi membiarkan dia berbaring di tempat tidur. Kurcaci ketujuh harus tidur dengan teman-temannya, satu jam dengan masing-masing, dan begitulah yang mereka lakukan malam itu.
Ketika Putri Salju terbangun, mereka menanyakan siapa dia dan bagaimana dia telah menemukan jalan ke rumah mereka. Putri Salju bercerita bagaimana ibunya telah mencoba membunuhnya, bagaimana pemburu membiarkannya hidup, bagaimana ia menjalankan seluruh hari, akhirnya datang ke rumah mereka. Para kurcaci merasa kasihan dan berkata, “Jika Anda akan tetap rumah kami, dan memasak, menjahit, membuat tempat tidur, mencuci, dan merajut, dan terus semuanya bersih dan teratur, maka Anda bisa tinggal di sini, dan Anda akan memiliki segala sesuatu yang Anda inginkan. Kami pulang ke rumah di malam hari, dan makan malam harus siap waktu itu,sebab kami menghabiskan siang hari untuk menggali emas di tambang. Anda akan sendirian saat itu. Waspadalah terhadap ratu, dan jangan biarkan siapa pun masuk ”
Ratu berpikir bahwa ia lagi wanita paling cantik di negeri itu, dan keesokan harinya ia melangkah di depan cermin dan bertanya:
Cermin, cermin, di dinding,
Siapa di negeri ini paling cantik?
Cermin jawab sekali lagi:
Anda, ratu saya, memang cantik; itu benar.
Tapi Putri Salju di atas tujuh gunung
Adalah seribu kali lebih cantik dari Anda.
Ini mengejutkan ratu mendengar ini, dan ia tahu bahwa ia telah ditipu, bahwa pemburu itu tidak membunuh Putri Salju. Karena hanya tujuh kurcaci yang tinggal di tujuh gunung, dia langsung tahu bahwa mereka telah menyelamatkannya Putri Salju. Dia mulai merencanakan segera bagaimana dia akan membunuh Putri Salju, karena ia tidak akan tenang sampai cermin sekali lagi mengatakan bahwa dia adalah wanita paling cantik di negeri itu. Akhirnya ia memikirkan sesuatu untuk dilakukan. Dia menyamar sebagai seorang wanita penjual tua dan menghias wajahnya, sehingga tak seorang pun mengenalinya, dan pergi ke rumah kurcaci itu. Mengetuk pintu ia berteriak, “Buka. Bukalah. Aku wanita tua dengan penjual barang-barang bagus untuk dijual. ”
Putri Salju mengintip keluar jendela, “Apa yang Anda miliki?”
“Korset tali, Nak,” kata perempuan tua, dan ditunjukkannya satu. Itu dijalin dari sutra kuning, merah, dan biru. “Apakah Anda suka ini?”
“Oh, ya,” kata Putri Salju, berpikir, “aku dapat membiarkan wanita tua masuk Dia bermaksud baik” Dia membuka kunci pintu dan tawar-menawar untuk tali korset..
“Anda tidak memasangnya dengan benar,” kata wanita tua. “Kemarilah, aku akan melakukannya dengan lebih baik” katanya sambil berdiri di depan Putri Salju, dan dia memegang tali dan menariknya begitu ketat sehingga Putri Salju tidak bisa bernapas, dan Putri Salju terjatuh seolah-olah ia sudah mati. Kemudian perempuan tua itu puas, dan dia pergi.
Malam segera datang, dan tujuh kurcaci pulang ke rumah. Mereka ngeri ketika menemukan Putri Salju yang mereka sayang tergeletak di tanah seolah-olah dia sudah mati. Mereka mengangkatnya dan melihat bahwa Putri Salju mengikat tali terlalu erat. Mereka memotong tali korset menjadi dua, dan kemudian Putri Salju bisa bernapas, dan ia hidup kembali. “Pasti ratu yang mencoba membunuh Anda,” kata mereka. “Hati-hati dan jangan biarkan orang lain lagi.”
Ratu bertanya cermin:
Cermin, cermin, di dinding,
Siapa di negeri ini paling cantik?
Cermin jawab sekali lagi:
Anda, ratu saya, memang cantik; itu benar.
Tapi Putri Salju dengan tujuh kurcaci
Adalah seribu kali lebih cantik dari Anda.
Dia begitu terkejut sampai sluruh darahnya semua lari ke hatinya, karena ia tahu bahwa Putih Salju hidup lagi. Kemudian selama satu hari dan malam ia merencanakan bagaimana dia bisa menangkapnya. Dia membuat sisir beracun, menyamar dirinya secara berbeda, dan keluar lagi. Dia mengetuk pintu, tapi Putri Salju berseru, “Aku tidak diperbolehkan untuk membiarkan siapa pun masuk”
Lalu dia mengeluarkan sisir, dan ketika Putri Salju melihat melalui jendela, dan melihat bahwa wanita itu orang asing, ia membuka pintu, dan membeli sisir dari tangannya. “Ayo, biarkan aku menyisir rambut Anda,” kata wanita penjual. Dia baru saja menempel ke sisir rambut Putri Salju, sehingga membuat gadis itu jatuh dan mati. “Itu akan membuat Anda terbaring di sana,” kata ratu. Dan ia pulang dengan hati ringan.
Para kurcaci pulang tepat pada waktunya. Mereka melihat apa yang telah terjadi dan menarik sisir beracun dari rambutnya. Putri Salju membuka matanya dan hidup kembali. Dia berjanji pada kurcacil untuk tidak membiarkan siapa pun di lagi.
Ratu melangkah menuju cermin:
Cermin, cermin, di dinding,
Siapa di negeri ini paling cantik?
Cermin menjawab:
Anda, ratu saya, memang cantik; itu benar.
Tapi Putri Salju dengan tujuh kurcaci
Adalah seribu kali lebih cantik dari Anda.
Ketika ratu mendengar ini, ia bergoncang dan gemetar karena marah, “Putri Salju akan mati, walaupun imbalannya adalah nyawa saya!” Lalu ia masuk ke kamarnya paling rahasia – tidak ada orang lain yang diizinkan di dalam – dan ia membuat racun, appel beracun. Dari luar merah dan indah, dan siapa pun yang melihat hal itu akan menginginkannya. Lalu ia menyamar sebagai seorang perempuan petani, pergi ke ke rumah kurcaci dan mengetuk pintu.
Putri Salju mengintip dan berkata, “Aku tidak diizinkan untuk membiarkan siapa pun masuk kurcaci telah melarang dengan keras.”
“Jika Anda tidak ingin, aku tak bisa memaksa Anda,” kata wanita petani. “Saya menjual apel ini, dan aku akan memberimu satu contoh.”
“Tidak, aku tidak dapat menerima apa-apa. Para kurcaci tidak mengizinkan. ”
“Jika Anda takut, maka aku akan memotong apel menjadi dua dan makan setengahnya. Ini, Anda makan setengah yang kemerahan. Apel itu dibuat begitu berseni dan hanya setengah yang beracun. Ketika Putri Salju melihat bahwa wanita petani itu makan separuh bagian dari apel itu, keinginan untuk mencicipi semakin kuat, sehingga ia akhirnya membiarkan tangan perempuan itu memberikan apel yang setengah lainnya melalui jendela. Dia menggigit, tapi tidak sampi habis dia sudah jatuh ke tanah dan mati.
Ratu senang, pulang, dan bertanya cermin:
Cermin, cermin, di dinding,
Siapa di negeri ini paling cantik?
Dan itu menjawab:
Anda, ratu saya, yang paling cantik.
“Sekarang saya akan memiliki kedamaian,” katanya, “karena sekali lagi aku wanita paling cantik di negeri itu. Putri Salju akan tetap mati kali ini. ”
Malam itu para kurcaci pulang dari tambang. Putri Salju tergeletak di lantai, dan dia sudah mati. Mereka mengendurkan tali dan melihat di rambutnya untuk sesuatu yang beracun, tapi tidak ada yang membantu. Mereka tidak bisa menghidupakn kembali. Mereka membaringkannya di atas usungan jenazah, dan semua bertujuh duduk di sampingnya dan menangis dan menangis selama tiga hari. Mereka akan menguburkan dia, tapi mereka melihat bahwa dia tetap segar. Dia tidak terlihat seperti orang mati, dan dia masih memiliki pipi merah cantik. Mereka mmembuat peti kaca yang untuk Putri Salju, dan meletakkan di dalamnya, sehingga dia bisa dilihat dengan mudah. Mereka menulis nama dan keturunan di atas itu dalam huruf-huruf emas, dan salah satu dari mereka selalu tinggal di rumah dan terus mengawasinya.
Putri Salju berbaring di peti mati waktu yang sangat lama, dan dia tidak membusuk. Dia masih putih seperti salju dan merah seperti darah, dan jika ia telah bisa membuka matanya, mereka masih akan hitam seperti kayu hitam. Dia berbaring di sana seolah-olah ia sedang tidur.
Suatu hari seorang pangeran muda datang ke rumah kurcaci dan ingin tempat bermalam. Ketika dia masuk ke ruang tamu mereka dan melihat-Putri Salju terbaring di peti mati kaca, begitu cantik diterangi oleh tujuh lilin kecil, ia tidak bisa mendapatkan cukup kecantikannya. Dia membaca tulisan emas dan melihat bahwa ia adalah putri raja. Dia meminta kerdil untuk menjual peti mati ddengna Putri Mati didalamnya itu, tetapi para kurcaci tidak akan melakukan itu untuk sejumlah emas. Kemudian ia meminta mereka untuk memberikan kepadanya, karena dia tidak bisa hidup tanpa bisa melihatnya, dan menghormatinya sebagai hal yang paling dihargai di bumi. Kemudian kurcaci kasihan kepada Pangerna itu dan memberikan peti mati berisi Putri Salju itu.
Pangeran itu itu membawa peti mati ke istanya, dan ditempatkan di sebuah ruangan di mana ia duduk dengan itu sepanjang hari, tidak pernah melepaskan matanya dari Putri Salju. Setiap kali dia harus pergi keluar dan tidak bisa melihat Putri Salju, ia menjadi sedih. Dan ia tidak bisa makan menggigit, kecuali peti mati itu berdiri di sampingnya. Pegawai istana yang selalu harus membawa peti mati ke sana kemari menjadi marah tentang hal ini. Suatu kali salah satu dari mereka membuka peti mati, mengangkat tegak Putri Salju, dan berkata, “Kami terganggu sepanjang hari, hanya karena seorang gadis yang mati,” dan ia memukul punggung dengan tangan. Kemudian potongan apel yang mengerikan yang digigitnya lepas keluar dari tenggorokannya, dan Putri Salju hidup kembali.
Dia berjalan menemui pangeran, yang berada di samping dirinya dengan sukacita untuk melihat Putri Salju tercinta hidup. Mereka duduk bersama di meja dan makan dengan sukacita.
Pernikahan mereka ditetapkan untuk hari berikutnya, dan ibu Putri Salju yang jahat diundang juga. Pagi itu ia melangkah di depan cermin dan berkata:
Cermin, cermin, di dinding,
Siapa di negeri ini paling cantik?
Cermin menjawab:
Anda, ratu saya, memang cantik; itu benar.
Tapi ratu muda
Adalah seribu kali lebih cantik dari Anda.
Dia merasa ngeri mendengar ini, dan disusul dengan rasa takut bahwa dia tidak bisa berkata apa-apa. Namun, rasa cemburunya mengantarnya pergi ke pesta pernikahan itu dan melihat ratu muda. Ketika dia tiba dia melihat ratu muda adalah Putri Salju. Kemudian prajurit meletakkan sepasang sepatu besi ke dalam api sampai membara, dan menyuruh Ratu jahat memakainya untuk menari. Kakinya sangat terbakar, dan dia tidak bisa berhenti sampai dia menari sendiri sampai mati.
Langganan:
Komentar (Atom)